Menuju konten utama

Riset Jakpat: Kualitas Produk Jadi Prioritas Konsumen Kecantikan

Survei Jakpat menunjukkan konsumen produk kecantikan kini lebih mengutamakan kualitas dan keamanan dibanding harga ataupun rekomendasi influencer.

Riset Jakpat: Kualitas Produk Jadi Prioritas Konsumen Kecantikan
Ilustrasi penggunaan produk kecantikan. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Industri kecantikan di Indonesia terus berkembang dengan semakin beragamnya pilihan produk, mulai dari perawatan wajah, perawatan tubuh, hingga makeup yang ditujukan untuk berbagai jenis kulit.

Untuk memotret tren tersebut, Jakpat melakukan serangkaian survei mengenai perilaku dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan produk kecantikan sepanjang 2025.

Riset yang melibatkan hampir 5.000 responden dari kalangan Generasi Z, Milenial, dan X ini berfokus pada tiga kategori produk kecantikan, yaitu makeup, perawatan wajah (skincare), serta perawatan tubuh dan rambut (body & hair care).

Kualitas Produk Makeup Geser Pengaruh Influencer

Sebanyak 1.290 perempuan ikut berpartisipasi dalam survei Jakpat mengenai penggunaan makeup. Hasil survei menunjukkan mayoritas responden menggunakan produk riasan bibir (99 persen), makeup wajah (97 persen), dan riasan mata (80 persen).

Di kategori produk bibir, lipstick menjadi pilihan terbanyak (55%), diikuti lip cream (52%) dan lip balm (48%). Di kategori produk wajah, liquid complexion dan cushion mendominasi dengan tingkat penggunaan 85 persen, disusul bedak wajah (69 persen responden).

Survei Jakpat juga menunjukkan kualitas produk dan hasil pemakaian pada kulit menjadi pertimbangan utama saat membeli makeup dengan skor 4,48 dari 5. Setelah itu, konsumen mempertimbangkan harga dan promosi (4,36), diikuti kredibilitas serta informasi produk (3,87). Sementara rekomendasi dari orang terdekat maupun beauty influencer berada di urutan berikutnya dengan skor 3,52.

"Dari hasil riset ditemukan bahwa peran beauty influencer ini cukup dominan menjadi source of awareness, namun belum mampu menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian," kata Head of Research Jakpat, Aska Primardi.

Aska menambahkan, temuan tersebut dinilai relevan dengan isu yang sempat mencuat mengenai kredibilitas influencer akibat penyampaian informasi yang dinilai kurang tepat. Kondisi itu, memunculkan wacana perlunya sertifikasi bagi influencer di Indonesia, seperti yang telah diterapkan di China dan Singapura.

Body Care Jadi Investasi Kesehatan, Tak Hanya Tren

Jakpat juga mengulas preferensi konsumen pada kategori perawatan tubuh, khususnya pelembap tubuh (body lotion). Survei terhadap 1.249 pengguna body lotion, baik wanita maupun laki-laki, menunjukkan kemampuan produk dalam melembapkan kulit menjadi atribut yang paling dipertimbangkan dengan skor 4,59 dari 5. Faktor lain yang menjadi perhatian adalah kandungan SPF dan bahan aktif.

Sebanyak tujuh dari sepuluh responden menyatakan kecocokan produk dengan kondisi kulit menjadi alasan utama dalam memilih body lotion. Selain itu, aroma produk (67%), formula yang melembapkan (61%), harga (54%), hingga hasil penggunaan pada kulit (50%) juga menjadi faktor yang dipertimbangkan.

Berdasarkan temuan tersebut, Jakpat menilai konsumen produk perawatan tubuh semakin mengutamakan kualitas, keamanan, dan kesesuaian produk dengan kondisi kulit. Temuan ini menunjukkan bahwa harga bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan keputusan pembelian produk-produk body care.

β€œHal ini menjadi semakin menarik jika dilihat dalam konteks ekonomi 2026, di mana banyak rumah tangga menghadapi kondisi pendapatan yang cenderung stagnan sementara pengeluaran terus meningkat. Meskipun demikian, untuk kategori body care, konsumen tetap memprioritaskan kualitas dibanding harga, karena risiko kesalahan penggunaan produk dianggap lebih tinggi dalam jangka panjang,” terang Aska.

Aska menambahkan bahwa konsumen kini semakin memahami kandungan bahan aktif, potensi efek samping, serta dampak jangka panjang dari produk yang digunakan.

Menurutnya, keputusan pembelian juga semakin dipengaruhi oleh ulasan pengguna di platform seperti TikTok dan Instagram. Ia menilai produk body care kini dipandang sebagai bagian dari self-care sekaligus investasi untuk kesehatan kulit dan tubuh, sehingga efektivitas dan rasa aman menjadi pertimbangan utama dibandingkan harga.

Merek apa saja yang masuk daftar 5 besar di masing-masing kategori produk kecantikan? Berapa rata-rata pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli produk kecantikan?

Dapatkan data detailnya dalam laporan Jakpat tentang tren kecantikan 2025:

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis