Menuju konten utama

RI Akan Bahas Tema Pemberdayaan Ekonomi Halal di KTT D-8 April

Sebagai perkumpulan yang didominasi negara-negara muslim, KTT D-8 tahun ini salah satunya akan membahas tema pemberdayaan ekonomi halal.

RI Akan Bahas Tema Pemberdayaan Ekonomi Halal di KTT D-8 April
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membeberkan topik yang akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8) yang akan digelar di Indonesia pada 15 April 2026 mendatang.

Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan, sebagai perkumpulan yang didominasi negara-negara muslim, KTT D-8 tahun ini salah satunya akan membahas tema pemberdayaan ekonomi halal.

“D-8 ini kan kelompok negara-negara Global South yang mayoritas muslim. Sehingga ada tema-tema yang diangkat Indonesia ini antara lain terkait dengan memberdayakan ekonomi halal,” ungkap Nabyl saat konferensi pers di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Sebelum mencapai acara puncak yakni KTT pada 15 April 2026, Nabyl mengatakan, akan ada serangkaian kegiatan pendahuluan berupa pemberdayaan ekonomi halal.

Selain itu, sebelum KTT dilaksanakan, akan ada juga pertemuan setingkat menteri dari negara-negara D-8.

“Dengan adanya keanggotaan yang delapan ini, Azerbaijan yang baru bergabung 2025, kita lihat nanti akan ada kehadiran-kehadiran di tingkat menteri juga sebelum ke KTT,” tuturnya.

Sementara itu, Jubir Kemlu, Yvonne Mewengkang, menambahkan, hingga saat ini, Kemlu melalui Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral juga terus bekerja untuk merampungkan persiapan KTT D-8.

“Teman-teman Ditjen Kerja Sama Multilateral juga tengah merampungkan berbagai persiapan agar April itu semuanya dapat terlaksana sesuai dengan berbagai topik isu yang akan kita angkat,” kata Yvonne dalam konferensi pers yang sama.

Kemlu disebutnya juga sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan negara-negara anggota D-8 untuk mengundang kepala negara mereka untuk hadir secara langsung pada saat pelaksanaan KTT.

“Kita mulai engage, reach out ke semua negara anggota, agar leaders masing-masing dapat turut hadir dalam KTT,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Farida Susanty