Menuju konten utama

10 Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Mei 2025 dan Analisanya

Rekomendasi saham hari ini berdasarkan analisis beberapa sekuritas antara lain AADI, AMRT, hingga BBCA. Simak daftar lengkapnya dan tip jual beli saham.

10 Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Mei 2025 dan Analisanya
Pengunjung melintas didepan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz

tirto.id - Pada perdagangan Senin, 5 Mei 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 28,64 poin atau 0,42% ke level 6.844,37. Penguatan terjadi seiring respon investor terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2025 yang mencapai 4,87%. Sepanjang sesi awal, IHSG bergerak dalam kisaran 6.831 hingga 6.850.

Kinerja positif IHSG turut mengangkat saham-saham unggulan seperti BBCA, GOTO, dan TPIA yang langsung masuk ke zona hijau pada pembukaan. Sektor perbankan dan infrastruktur digital menunjukkan momentum yang solid, mencerminkan sentimen pasar yang konstruktif terhadap prospek ekonomi domestik.

Hingga penutupan IHSG, kondisi ini masih terlus berlangsung. IHSG ditutup menguat 16,22 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.831,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,97 poin atau 0,52 persen ke posisi 767,32.

Dengan sentimen yang mendukung, sejumlah perusahaan sekuritas mengajukan rekomendasi saham untuk dicermati investor. Saham seperti AADI, AMRT, dan MDKA menarik perhatian berkat potensi teknikal dan fundamental yang mendukung. Investor tetap disarankan bersikap selektif dan disiplin dalam pengambilan keputusan, mengingat dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Mei 2025

Mengacu pada riset Ajaib Sekuritas per 5 Mei 2025, berikut daftar saham pilihan yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini, Selasa, 6 Mei 2025. Saham-saham ini mencerminkan potensi teknikal, dukungan fundamental, serta sentimen makroekonomi terkini:

1. AADI – Buy on Reversal

Saham AADI menunjukkan peluang rebound teknikal dengan pola morning star yang dikonfirmasi oleh indikator MACD. Sentimen positif turut ditopang oleh agenda RUPS mendatang dan rencana perusahaan untuk melakukan buyback saham, yang secara historis mendorong harga naik dalam jangka pendek.

2. AMRT – Buy on Bullish Reversal

Pola double bottom dan sinyal oversold pada indikator RSI memperkuat prospek pembalikan arah saham AMRT. Kinerja fundamental solid, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I 2025, menambah keyakinan bahwa saham ini berpotensi naik lebih lanjut.

3. MDKA – Buy on Bullish Continuation

Saham MDKA mendapat katalis positif dari lonjakan harga emas global, yang mencapai rekor tertinggi di kuartal II 2025. Dari sisi teknikal, tren bullish masih berlanjut, memperkuat keyakinan akan pemulihan kinerja perusahaan di tengah meningkatnya permintaan logam mulia.

4. BBCA – Buy on Weakness

Meskipun tidak masuk dalam daftar Ajaib Sekuritas, saham BBCA tetap menarik berkat fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, dan perannya yang dominan dalam sektor perbankan. Koreksi jangka pendek justru menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

5. TLKM – Buy

Sebagai saham defensif, TLKM menawarkan stabilitas di tengah volatilitas pasar. Pertumbuhan infrastruktur digital serta transformasi bisnis yang agresif ke sektor teknologi menjadikan saham ini cocok bagi investor konservatif yang mencari kombinasi dividen dan pertumbuhan.

6. UNVR – Buy on Rebound

UNVR kembali menarik untuk diperhatikan setelah memasuki area jenuh jual. Meskipun sensitif terhadap tekanan inflasi, sektor barang konsumen primer seperti yang dioperasikan UNVR tetap memiliki daya tahan tinggi, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi.

7. ANTM – Speculative Buy

ANTM memiliki potensi spekulatif yang menarik seiring reli harga emas dan nikel global. Sentimen pasar terhadap transisi energi dan permintaan baterai kendaraan listrik turut menjadi faktor pendukung yang dapat mendorong harga saham dalam jangka menengah.

8. BBRI – Buy on Trend Support

Sebagai bank dengan fokus mikro dan ultra-mikro, BBRI menunjukkan kekuatan teknikal pada titik-titik support kunci. Arus masuk dana asing dan pertumbuhan pinjaman mikro yang stabil membuat saham ini menjadi salah satu tulang punggung penguatan IHSG.

9. ICBP – Buy Defensive

ICBP tetap menjadi pilihan favorit di sektor konsumsi berkat margin stabil dan portofolio produk yang dibutuhkan masyarakat. Di tengah tekanan global, kekuatan konsumsi domestik menjadi penopang utama bagi kelangsungan kinerja perusahaan.

10. SMGR – Buy on Momentum

SMGR menunjukkan sinyal teknikal positif dengan momentum pembalikan yang kuat. Prospek percepatan pembangunan infrastruktur dan stimulus fiskal dari pemerintah menjadikan saham ini layak dikoleksi untuk mengantisipasi potensi rally jangka menengah.

Kapan Harus Sell dan Hold Saham?

Menentukan waktu menjual atau menahan saham adalah keputusan krusial yang bergantung pada strategi investasi dan profil risiko masing-masing individu. Tidak ada formula tunggal, namun keputusan ideal bergantung pada pertimbangan matang atas kondisi pasar dan tujuan keuangan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan.

1. Penyesuaian Portofolio

Portofolio perlu disesuaikan secara berkala, terutama pasca perubahan pasar atau peristiwa pribadi yang signifikan.

2. Membebaskan Modal

Penjualan saham bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek, seperti pembelian aset atau kebutuhan darurat.

3. Saham Mencapai Target Harga

Sebagian investor menjual ketika harga saham menyentuh target yang ditetapkan, untuk mengamankan keuntungan.

4. Perubahan Fundamental

Penurunan laba, pergeseran strategi manajemen, atau hilangnya daya saing bisa menjadi sinyal untuk keluar dari posisi.

5. Biaya Peluang

Mengalihkan dana dari saham stagnan ke instrumen dengan potensi lebih tinggi merupakan praktik portofolio yang efisien.

6. Merger atau Akuisisi

Perubahan kepemilikan dapat mengubah prospek saham. Keputusan menjual atau menahan bergantung pada penilaian pasca-merger.

7. Sinyal Teknikal

Investor teknikal menggunakan indikator seperti moving average atau pola harga untuk mengantisipasi tren penurunan.

Keputusan jual atau tahan sebaiknya tidak bersifat impulsif, melainkan berbasis analisis menyeluruh. Kombinasi antara penilaian fundamental, sinyal teknikal, dan tujuan investasi jangka panjang akan membantu investor mengambil langkah yang tepat. Di tengah dinamika pasar, literasi keuangan dan pembaruan informasi tetap menjadi bekal utama dalam berinvestasi secara bijak.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Elisabet Murni P