Menuju konten utama

Rekam Jejak Haji Isam Pengusaha Kalimantan Pemilik Jhonlin Group

Haji Isam, pemilik Jhonlin Group, disorot terkait kabar penanganan karhutla Kalimantan. Simak rekam jejak bisnis, politik, dan kontroversinya.

Rekam Jejak Haji Isam Pengusaha Kalimantan Pemilik Jhonlin Group
Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam Menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto. yotube/Setpres
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi perbincangan publik setelah beredar kabar yang menyebut dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ini rekam jejak sang pengusaha sawit.

Informasi penunjukan Haji Isam tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan.

Namun, kabar tersebut kemudian dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Menurut Prasetyo, pemerintah memang meminta berbagai pihak untuk ikut membantu penanganan karhutla, namun Haji Isam tidak ditunjuk sebagai koordinator karena kewenangan tersebut berada pada pemerintah.

"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya, tetapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ," bantah Mensesneg dikutip Antara News, Minggu (23/8/2026).

Dalam penanganannya, pemerintah mengerahkan ribuan personel, operasi modifikasi cuaca, serta berbagai peralatan pemadaman. Enam provinsi menjadi prioritas pengawasan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Rekam Jejak Haji Isam

Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, merupakan pengusaha asal Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai pemilik dan figur utama di balik Jhonlin Group. Ia membangun bisnis dari sektor pertambangan batu bara sebelum melakukan diversifikasi ke berbagai bidang, termasuk perkebunan kelapa sawit, biodiesel, transportasi laut, penerbangan, logistik, hingga industri gula dan pertanian.

Haji Isam lahir dari keluarga perantau asal Bone, Sulawesi Selatan, dan menghabiskan masa mudanya di Batulicin, Kalimantan Selatan. Sebelum menjadi pengusaha besar, ia disebut pernah bekerja sebagai buruh sektor perkayuan, tukang tebang, sopir angkutan, tukang ojek, hingga operator alat berat.

Pengalamannya sebagai pekerja lapangan kemudian membawanya mengenal industri pertambangan batu bara. Setelah memperoleh pengalaman di perusahaan tambang milik pengusaha asal Surabaya, ia memutuskan membangun bisnis sendiri.

Pada 2003, ia mendirikan Jhonlin Baratama yang kemudian berkembang menjadi bagian dari Jhonlin Group. Dari perusahaan kontraktor tambang tersebut, bisnis Haji Isam berkembang menjadi kelompok usaha dengan jaringan perusahaan di berbagai sektor strategis.

Di bawah Jhonlin Group, ekspansi bisnis Haji Isam berlangsung cukup luas. Di sektor pertambangan terdapat PT Jhonlin Baratama, sedangkan kegiatan transportasi dan logistik didukung oleh Jhonlin Marine and Shipping serta Jhonlin Air Transport.

Kelompok usaha ini juga merambah sektor energi dan agribisnis melalui PT Jhonlin Agro Raya, yang bergerak di bidang biodiesel, serta PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang mengelola pabrik gula dan perkebunan tebu di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Jhonlin juga memiliki bisnis penerbangan dan disebut memiliki fasilitas serta aset transportasi udara untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Skala bisnis tersebut turut membentuk citra Haji Isam sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh dari Kalimantan Selatan.

Rekam jejak Haji Isam semakin menonjol karena keterlibatannya dalam sejumlah proyek yang berkaitan dengan agenda strategis pemerintah. Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah keterlibatan Jhonlin Group dalam program pengembangan pertanian dan pencetakan sawah di Merauke.

Pada 2024, perusahaan tersebut memesan sekitar 2.000 ekskavator dari produsen alat berat asal China untuk mendukung proyek cetak sawah satu juta hektare. Sebelumnya, Haji Isam juga terlibat dalam pengembangan industri gula di Bombana serta industri biodiesel di Kalimantan Selatan.

Pabrik biodiesel Jhonlin Agro Raya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021, sedangkan pabrik gula dan perkebunan tebu milik PT Prima Alam Gemilang di Bombana juga pernah diresmikan Jokowi.

Haji Isam memiliki rekam jejak keterlibatan langsung dalam kontestasi politik nasional. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 dan sebelumnya sempat aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).

Haji Isam diketahui memiliki hubungan keluarga dengan sejumlah tokoh politik dan pejabat. Salah satu yang paling sering disorot adalah hubungannya dengan Sahbirin Noor, mantan Gubernur Kalimantan Selatan, yang merupakan kerabatnya.

Pada 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Haji Isam sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap perekonomian.

Kontroversi Haji Isam

Namun, di balik ekspansi bisnis dan pengakuan tersebut, nama Haji Isam juga pernah muncul dalam berbagai kontroversi dan dugaan pelanggaran. Salah satu yang diberitakan adalah keterkaitannya dengan perkara dugaan suap pajak yang melibatkan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam persidangan perkara Tipikor di Jakarta pada 4 Oktober 2021, saksi Yulmanizar disebut memberikan kesaksian mengenai adanya permintaan dari pihak Jhonlin untuk mengondisikan nilai pajak PT Jhonlin Baratama menjadi Rp10 miliar. Nama Haji Isam turut disebut dalam kesaksian tersebut.

Pihak Haji Isam membantah keterlibatannya dalam perkara suap. Penasihat hukum Haji Isam Junaidi mengaku kliennya tak terkait dengan opersional apapun dari aktivitas bisnis tersebut.

Kontroversi lain berkaitan dengan proyek gula dan perkebunan tebu di Bombana. Proyek yang dijalankan melalui PT Prima Alam Gemilang mendapat kritik dari kelompok masyarakat karena persoalan lahan, tata ruang, dan dugaan dampak terhadap wilayah penggembalaan masyarakat.

Haji Isam juga pernah dikaitkan dengan sengketa pertambangan dan persaingan bisnis di Kalimantan Selatan. Dalam sejumlah pemberitaan, ia disebut-sebut terlibat dalam dugaan kriminalisasi terhadap pengusaha batu bara pesaing dan sengketa terkait wilayah pertambangan di Pulau Laut.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan proses hukum terhadap sejumlah pengusaha tambang dan kemudian aktivitas Jhonlin di wilayah yang bersangkutan. Haji Isam membantah keterlibatan dalam proses hukum tersebut dan menyatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya menjalankan kerja sama bisnis secara resmi.

Ia juga pernah dikaitkan dengan sejumlah pejabat penegak hukum, termasuk melalui perjalanan umrah bersama sejumlah pejabat kepolisian. Haji Isam mengakui mengenal sejumlah pejabat, tetapi membantah bahwa hubungan tersebut digunakan untuk memperoleh keuntungan bisnis atau memengaruhi proses hukum.

Di balik kontroversi tersebut, Haji Isam juga dikenal berjiwa sosial. Ia disebut secara rutin membantu masyarakat melalui program pemberangkatan umrah dan kegiatan sosial-keagamaan. Ribuan orang telah diberangkatkan untuk umrah.

Yayasan yang terkait dengannya juga disebut menjalankan kegiatan zakat serta program bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Baca juga artikel terkait HAJI ISAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra