Menuju konten utama

Purbaya Sebut Kemenkeu Cicil Utang Whoosh Rp1 T selama 80 Tahun

Purbaya sebut pembayaran utang Whoosh relatif dapat dikelola karena telah melalui proses restrukturisasi dengan tenor pembiayaan jangka panjang 80 tahun.

Purbaya Sebut Kemenkeu Cicil Utang Whoosh Rp1 T selama 80 Tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya mengungkapkan skema pelunasan utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Ia menuturkan, nantinya PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI)—Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan—akan mengambil alih kewajiban operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Opsi lainnya, kata dia, adalah pengalihan utang kepada Indonesia Investment Authority (INA). Purbaya menyampaikan, proses serah terima pengelolaan aset dan kewajiban Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Danantara ke Kementerian Keuangan ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

"Kalau yang ini kita siapin terus. Tanggal 15 Insya Allah mudah-mudahan kita bisa serah terimakan dari Danantara ke kami. Ada dua kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA, atau mungkin satu juga. Ternyata cicilannya tidak gede-gede amat, seharusnya satu SMV saja cukup," ujar Purbaya saat diskusi dengan wartawan di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa beban pembayaran utang Whoosh relatif dapat dikelola oleh pemerintah lantaran telah melalui proses restrukturisasi dengan tenor pembiayaan jangka panjang hingga 80 tahun. Dengan skema baru ini, nilai angsuran tahunan menjadi jauh lebih ringan dibanding perkiraan sebelumnya.

"Jadi total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, tapi kalau kita lihat masih bisa lah,” katanya.

Dengan restrukturisasi jangka panjang itu, Purbaya yakin bahwa satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan sudah cukup untuk melakukan penyelesaian kewajiban pemerintah.

“Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya karena utangnya sudah direstrukturisasi," jelasnya.

Selain membahas skema utang, Purbaya membeberkan rencana kelanjutan ekspansi rute Kereta Cepat hingga ke Jawa Timur. Menurutnya, pemerintah telah menginisiasi komunikasi awal dengan pihak Cina untuk menjajaki potensi kerja sama perpanjangan jalur tersebut.

"Nanti kita tarik ke Jawa Timur, kan nanti jadi punya saya, punya SMV itu. Kita sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Cina dan pihak berwenang di sana, sepertinya mereka tertarik," urai Purbaya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana