tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai tingkat inflasi Singapura dan Malaysia yang masing-masing sebesar 0,6 persen dan 1,2 persen tergolong jelek. Sementara, tingkat inflasi Indonesia yang saat ini berada di level 2,3 persen terbilang lumayan baik.
“(Inflasi) Singapura 0,6 persen itu enggak bagus, jelek. Di bawah 1,5 persen biasanya jelek karena demand-nya terlalu rendah. Malaysia 1,2 persen agak jelek,” katanya, dalam Konferensi Pers APBN KITA, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, tingkat inflasi Singapura yang terlalu rendah tersebut mencerminkan bahwa permintaan masyarakat di Negeri Singa itu masih sangat rendah. Sedangkan, permintaan masyarakat di Malaysia cukup rendah.
Di sisi lain, inflasi Indonesia kini dalam kondisi yang cukup stabil dengan ditopang oleh daya beli masyarakat.
“Inflasi cukup stabil, ini menopang daya beli masyarakat. Ini di tengah banyak negara yang masih berjuang mengatasi tekanan. Jadi kita lumayan baik,” tambah Purbaya.
Sama halnya dengan konsensus ekonomi global, yang menempatkan inflasi ideal yakni yang berada di kisaran 1-3 persen, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga menerjemahkan inflasi yang ideal bukan lah yang berada di level 0 persen atau di atas 10 persen.
Berdasarkan konsensus global inilah yang membuatnya menilai bahwa tingkat inflasi Indonesia yang dijaga di kisaran 1-3 persen menjadi ideal.
“Sekarang konsensus ekonomi global tuh (menetapkan tingkat inflasi ideal) antara 1 sampai 3 persen dan kita sekarang di 2,3 (persen), ya level yang pas. Inflasi Indonesia rendah di antara banyak negara yang berjuang mengatasi tekanan. Seperti saya bilang tadi, dibanding negara lain kita bagus,” tegasnya.
Sebagai informasi, selain lebih tinggi dari Singapura dan Malaysia, tingkat inflasi Indonesia juga lebih tinggi dari Thailand yang sebesar -0,8 persen atau mengalami deflasi atau Cina yang mengalami deflasi 0,4 persen. Meski begitu, tingkat inflasi Indonesia masih lebih rendah dari sejumlah negara lain seperti Jerman yang sebesar 2,2 persen atau Arab Saudi yang sebesar 2,3 persen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































