Menuju konten utama

Purbaya: Penerimaan Pajak per Januari Naik 30,8 Persen

Purbaya menilai pertumbuhan penerimaan pajak merupakan tanda-tanda menuju arah ekonomi Tanah Air yang lebih baik.

Purbaya: Penerimaan Pajak per Januari Naik 30,8 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, nilai penerimaan pajak tumbuh 30,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga 31 Januari 2026. Hal ini ia sampaikan saat rapat bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Kata Purbaya, penerimaan pajak itu menjadi penopang penerimaan negara secara keseluruhan hingga akhir Januari 2026. Realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan.

"Kinerja ini terutama ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi mencapai 30,8 persen year on year," ucapnya.

"Hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan," lanjut dia.

Purbaya menyatakan, pertumbuhan penerimaan pajak tersebut berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar tujuh persen dan penurunan restitusi pajak hingga 23 persen. Dengan demikian, seluruh jenis pajak disebut mengalami pertumbuhan neto positif.

Ia menilai pertumbuhan penerimaan pajak itu merupakan tanda-tanda menuju arah ekonomi Tanah Air yang lebih baik lagi.

"Gambaran penerimaan pajak bulan Januari ini menunjukkan bahwa kelihatannya betul-betul pembalikan arah ekonomi sedang terjadi, sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu," tuturnya.

Sementara itu, ia berujar, penerimaan Bea dan Cukai menurun sebesar 14 persen. Penurunan itu dipengaruhi lonjakan impor dengan tarif nol persen sebesar 29 persen, serta turunnya harga crude palm oil (CPO) dari 1.059 dolar per metrik ton menjadi 916 dolar per metrik ton alias terkoreksi sebesar 13,5 persen.

"Kinerja PNBP juga melemah dengan pertumbuhan negatif sebesar 19,7 persen akibat tidak berulangnya setoran dividen perbankan sebesar Rp10 triliun pada tahun sebelumnya," tutur Purbaya

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Farida Susanty