tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut pemerintah sejatinya memiliki banyak program bagus, namun pelaksanaannya dinilai masih lemah. Kelemahan ini kemudian berimbas pada pembengkakan anggaran.
"Banyak kebijakan bagus, tapi delivery-nya lemah. Presiden sudah arahkan pengendalian harus cepat dan andal. Artinya, project pipeline harus siap, koordinasi pusat-daerah sinkron, real time monitoring harus dijaga juga. Kalau tidak, kita akan mengalami cost overrun, delay yang akhirnya meningkatkan biaya investasi dan investor jadi kabur," terang Purbaya di acara Simposium PT SMI di Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Menurut Purbaya, program-program yang menjadi penyebab pembengkakan anggaran sebagiannya terkait infrastruktur, di antaranya adalah pembangunan Whoosh dan LRT Jabodebek.
Kata dia, pembangunan Whoosh maupun LRT Jabodebek tidak diawasi dengan baik. Karena itu, pembengkakan anggaran terjadi hingga puluhan triliun.
"Ada banyak yang kemarin-kemarin kan, program infrastruktur yang tidak dimonitor. Ada Whoosh, ada LRT Jabodebek, ada apa lagi. Itu sebetulnya programnya bagus, proyeknya bagus. Cuma tidak diawasi sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani. Akhirnya, terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah," tutur dia.
Ditemui usai acara, Purbaya lantas meluruskan pernyataannya. Dia menyatakan, cost overrun hanya terjadi saat pembangunan Whoosh. Purbaya menilai manajemen keuangan Whoosh kini mulai membaik secara perlahan. Restrukturisasi pembayaran pembangunan Whoosh pun disebut telah rampung dibahas.
Akan tetapi, dia enggan menyampaikan informasi lebih lanjut tentang restrukturisasi pembayaran pembangunan Whoosh itu.
"Sudah kelar, tinggal diumumkan. Kemarin, saya ketemu Menteri Keuangan Cina. Ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Cina. Saya bilang ke Menteri Keuangan Cina, sudah diputuskan, tinggal diumumkan," urainya.
"Jadi, pihak Cina enggak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau tidak pernah melanggar janji. Itu kredibilitas kita yang kita jaga di dunia internasional," lanjut Purbaya.
Saat kembali ditanya terkait restrukturisasi itu, Purbaya menyatakan pengumuman soal itu bakal dilakukan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
“Diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak mengumumkan sekarang," sebutnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































