Menuju konten utama

Purbaya Larang Himbara Danai Konglomerat Pakai Dana Pemerintah

Purbaya nilai membanjirnya dana pihak ketiga (DPK) akan membuat perbankan terdorong untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil.

Purbaya Larang Himbara Danai Konglomerat Pakai Dana Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada forum 1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara tersebut digelar sebagai wadah diskusi strategis untuk menelaah capaian, tantangan, dan langkah konkret menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 sesuai yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan bank-bank BUMN untuk tidak menyalurkan alokasi dana pemerintah sebesar Rp200 triliun kepada para konglomerat. Himbara pun ditekankan Purbaya untuk tidak membeli dolar dengan uang pemerintah tersebut. Hal ini guna menjaga nilai tukar rupiah tidak merosot.

"Kita minta ke perbankan yang terima dana itu jangan Anda kasih ke konglomerat, itu. Dan enggak boleh beli dolar. Karena kalau nggak, Rupiah yang melemah," katanya dalam Sarasehan 100 Ekonom, dikutip dari YouTube Indef, Rabu (29/10/2025).

Injeksi likuiditas ke perbankan ini, menurutnya, untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli di masyarakat.

Sebab, selama ini dana pemerintah hanya ngendon di Bank Indonesia dan tidak berdampak sebagai penggerak perekonomian. Dengan memindahkan dana tersebut ke perbankan diharapkan mengalir ke berbagai sektor lewat kredit.

Dengan likuiditas yang banyak di perbankan, juga akan mendorong penurunan suku bunga deposito sehingga masyarakat yang selama ini hanya menyimpan uangnya di bank tergerak untuk belanja, karena bunga di perbankan kecil.

“Sehingga orang yang punya uang banyak kaya Bu Afi ini enggak sayang lagi buat taruh uangnya di bank. Gue belanja deh sekarang, toh bunganya lebih kecil. Itu salah satu impact dari turunnya opportunity cost of money,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah menciptakan kompetisi sehat di sektor perbankan. Purbaya menjelaskan, dengan membanjirnya dana segar ke perbankan namun dengan larangan menempatkannya di Bank Sentral, bank-bank akan terdorong untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil.

"Uangnya sekarang di brankas mereka banyak. Kalau mereka taruh di brankas terus rugi, karena dia bayar sama saya hampir 4 persen. Dia terpaksa menyalurkan uang itu," ucapnya.

Mekanisme ini, menurut Purbaya, akan memicu penurunan suku bunga pinjaman secara alami. "Bank-nya ada banyak sekarang berebut ke proyek yang terbatas itu, bunga akan turun. Jadi saya ciptakan mereka untuk suruh mereka berkompetisi di perekonomian, supaya bunga pinjaman turun,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait PERBANKAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana