tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan komitmennya untuk membebaskan pajak atas hibah lahan seluas 30 hektar dari Lippo Group di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, untuk program pembangunan 3 juta rumah.
Ia bahkan mengancam akan memecat pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang menolak kebijakan tersebut. Lahan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai penyertaan modal negara (PMN) dan dikelola tanpa membebani APBN.
"Tadi saya ditanya bisa enggak ngasih insentif kepada Lippo? Saya bingung insentif apa? Pajak tanah yang diserahkan. Loh, tanah yang dikasih diserahkan jangan dipajakin. Itu mah gampang. Masa orang mau ngasih kita pajakin?" ujar Purbaya saat penandatanganan hibah Lahan PT Lippo ke Negara, dikutip Selasa (30/6/2026).
Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari jajaran birokrasi di bawahnya terkait pembebasan pajak atas hibah lahan tersebut. Namun, ia menilai aturan tersebut justru akan menghambat niat baik dunia usaha untuk berkontribusi bagi negara.
"Tapi, Pak, kalau saya tanya birokrasi anak buah saya, 'Enggak bisa, Pak, harus dipajakin.' Ya kalau gitu enggak bakal ada yang ngasih ke kita dong kalau begitu," katanya.
Purbaya menekankan akan mengambil langkah tegas dengan mengesampingkan regulasi yang dinilai menghalangi program strategis nasional. Ia bahkan tidak ragu memberikan sanksi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang bersikeras mempertahankan aturan perpajakan yang berlaku.
"Yang penting saya untung. Jadi saya akan bypass semua aturan-aturan yang ada di Kementerian Keuangan supaya ini bisa berjalan. Nanti kalau pejabat-pejabat yang melawan, ya saya pecat aja," ucapnya.
Bendahara negara itu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lippo Group atas komitmennya menyerahkan lahan seluas 30 hektar di kawasan Meikarta. Ia berharap program ini dapat mendorong percepatan pembangunan 3 juta rumah yang menjadi agenda prioritas Asta Cita Presiden.
"Saya senang ada program seperti ini karena ratusan ribu rumah bisa dibangun. 140.000 karena sebelumnya targetnya jauh terus. Mudah-mudahan dengan ini, 3 juta nanti 2028 bisa tercapai," kata dia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































