tirto.id - Fenomena yang belakangan viral di Meksiko yakni kemunculan sosok anonim yang dijuluki "Batman Meksiko" atau "Batman of Lagos de Moreno". Julukan tersebut muncul karena pelaku diduga beraksi layaknya karakter fiksi Batman yang memburu pelaku kejahatan.
Dalam sejumlah insiden yang foto-fotonya beredar di media sosial, beberapa orang ditemukan dalam kondisi diikat menggunakan lakban pada tiang lampu di ruang publik.
Di samping mereka juga diletakkan motor atau sepeda yang diduga merupakan barang hasil tindak pencurian. Hal itu seolah-olah menjadi barang bukti untuk memperkuat tuduhan terhadap orang-orang yang diikat tersebut.
Selain itu, pada wajah sebagian korban juga terdapat tulisan "ratero" yang berarti "pencuri". Selain itu, pada korban disertai papan berisi dugaan pelanggaran yang mereka lakukan.
Meski sebagian warganet sempat menganggap aksi tersebut sebagai bentuk pemberantasan kejahatan di tengah meningkatnya kasus pencurian sepeda motor di wilayah Lagos de Moreno, pihak berwenang menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum.
Polisi Nilai Aksi Batman Meksiko Main Hakim Sendiri
Pelaku main hakim sendiri yang dijuluki "Batman of Lagos de Moreno" kini menjadi buronan kepolisian di Meksiko setelah diduga melakukan serangkaian aksi terhadap orang-orang yang dituduh melakukan pencurian.
Menurut laporan The Independent, Senin (29/6/2026), pelaku yang identitasnya masih belum diketahui itu diduga mengejar sejumlah terduga pelaku pencurian, kemudian mengikat mereka menggunakan lakban pada tiang lampu di ruang publik sebagai bentuk hukuman yang dijatuhkan secara sepihak.
Julukan "Batman" diberikan oleh jurnalis Meksiko Luis Cardenas, merujuk pada karakter fiksi Batman dari DC Universe yang dikenal sebagai pemburu kejahatan di kota Gotham.
Sedikitnya lima pria ditemukan dalam kondisi terikat pada tiang lampu di wilayah Lagos de Moreno, Negara Bagian Jalisco, Meksiko bagian barat, dalam kurun waktu 10 hari. Seluruh korban ditemukan tidak dapat bergerak karena tubuh mereka dililit lakban berwarna perak.
Berdasarkan foto-foto yang beredar, beberapa di antaranya mengenakan kumis dan gambar kumis kucing yang digambar di wajah mereka. Tulisan "ratero", yang dalam bahasa Spanyol berarti "pencuri", ikut disematkan.
Di atas kepala sebagian korban juga dipasang papan peringatan berwarna merah muda yang berisi tuduhan mengenai dugaan perbuatan yang mereka lakukan.
Selain diikat, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka yang diduga akibat kekerasan fisik sebelum ditinggalkan di lokasi. Beberapa di antaranya terlihat mengalami pendarahan pada wajah serta memiliki luka sayatan atau memar yang tampak jelas.
Di dekat lokasi, juga ditemukan sepeda yang diduga merupakan barang hasil pencurian. Sepeda-sepeda tersebut sengaja ditinggalkan di sekitar korban sebagai upaya untuk memperkuat tuduhan bahwa mereka melakukan tindak pencurian. Namun, hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan para korban bersalah atas tuduhan tersebut.
Kasus pertama dilaporkan terjadi pada 13 Juni di Kota Lagos de Moreno. Setelah itu, empat kejadian serupa kembali ditemukan dalam waktu singkat dengan pola yang hampir identik.
Rangkaian peristiwa tersebut memunculkan dugaan bahwa seluruh aksi dilakukan oleh orang yang sama atau kelompok yang memiliki cara operasi serupa.
Media lokal melaporkan bahwa pelaku diduga merasa frustrasi terhadap lambatnya penanganan kasus kriminal oleh aparat penegak hukum sehingga memilih mengambil tindakan sendiri di luar mekanisme hukum yang berlaku.
Setelah menerima laporan, petugas layanan darurat datang ke lokasi untuk membebaskan para korban dengan memotong lakban yang mengikat mereka. Para korban kemudian dibebaskan oleh petugas kepolisian dan mendapatkan penanganan medis atas luka-luka yang mereka alami akibat dugaan kekerasan fisik.
Selanjutnya, kepolisian Negara Bagian Jalisco membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku aksi tersebut. Pihak kejaksaan menegaskan bahwa penyelidikan mencakup dua aspek sekaligus.
Di satu sisi, aparat tetap memeriksa dugaan tindak pencurian yang diduga dilakukan oleh para pria tersebut. Namun di sisi lain, para pria yang ditemukan terikat juga diperlakukan sebagai korban karena mereka diduga mengalami tindakan penganiayaan dan perampasan kebebasan secara melawan hukum.
“Saat ini mereka adalah korban,” ujar Jaksa Jalisco, Salvador Gonzalez de los Santos.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































