tirto.id - Timnas Curacao yang debut pada Piala Dunia pada eedisi 2026, dihuni banyak eks pemain Timnas Belanda kelompok umur. The Blue Waves kini tergabung di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Bagaimana perjalanan anak asuh Dick Advocaat sampai bisa lolos putaran final Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah? Kenapa skuad Curacao banyak dihuni pemain Belanda?
Pencapaian Curacao terasa istimewa karena negara kepulauan di laut eksotis Karibia itu cuma berpenduduk sekitar 158 ribu jiwa. Jumlahnya jauh lebih kecil dibanding populasi kota-kota di Eropa dan Amerika Selatan yang selama ini dikenal sebagai pusat sepakbola dunia.
Selepas gagal tembus ke Piala Dunia 2022 di Qatar, Curacao segera berbenah. The Blue Wave tampil konsisten dan melaju mulus di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF sejak putaran kedua. Di antaranya mereka menekuk Barbados (4-1), Aruba (2-0), Saint Lucia (4-0), dan Haiti (5-1).
Lolos dari putaran dua, skuad besutan Dick Advocaat melenggang ke putaran ketiga. Pada fase ini, Curacao tergabung di Grup B bersama tim Amerika Tengah lainnya yang lebih kuat, yakni Jamaika, Trinidad & Tobago, dan Bermuda.
Kemenangan penting atas Jamaika (2-0) dan unggul telak atas Bermuda (7-0) jadi modal berharga bagi The Blue Waves untuk mengamankan tiket perdana ke Piala Dunia 2026. Mereka finis sebagai pemuncak klasemen dengan torehan 13 gol dan cuma bobol 3 gol sepanjang enam laga kualifikasi.
Jika bicara ranking FIFA, Timnas Curacao menempati posisi 82 untuk update terbaru pada 11 Juni 2026. Ini membuat mereka jadi salah satu negara dengan peringkat FIFA terendah yang lolos ke Piala Dunia 2026, hanya di atas Selandia Baru (posisi 84).
Namun, di balik kisah sukses tembus Piala Dunia tersebut, ada satu fakta menarik. Mayoritas daftar pemain Timnas Curacao diisi orang-orang yang lahir, tumbuh, dan berkarier di Belanda. Mengapa bisa demikian?
Profil Timnas Curacao: Kenapa Banyak Pemain Liga Belanda?
Curacao merupakan wilayah otonom di Karibia, masih bagian dari Kerajaan Belanda. Pulau ini berluas sekitar 444 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 158 ribu jiwa. Sebelum berstatus sebagai negara konstituen di Kerajaan Belanda, Curacao merupakan bagian dari Antila Belanda bersama sejumlah pulau lain di kawasan Karibia.
Selepas pembubaran Antila Belanda pada 10 Oktober 2010, Curacao diberi kewenangan untuk mengelola urusan pemerintahan dalam negeri secara mandiri. Karena status politik tersebut, warga Curacao memiliki paspor Belanda dan hubungan erat dengan negara Eropa itu.
Selama beberapa dekade, banyak warga Curacao bermigrasi ke Belanda untuk lanjut sekolah ataupun bekerja. Akibatnya, komunitas diaspora Curacao di Negeri Kincir Angin berkembang cukup besar, jumlahnya bahkan hampir menyamai populasi di pulau asal mereka. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap sepakbola nasional mereka.
Banyak pemain keturunan Curacao lahir, tumbuh, dan menjalani pembinaan sepakbola di akademi-akademi Belanda. Mereka berkembang di klub-klub Eredivisie maupun Eerste Divisie, lantas pada akhirnya memenuhi syarat untuk membela Timnas Curacao.
Data skuad Curacao di Piala Dunia 2026 menunjukkan mayoritas pemain berasal dari Belanda. Sebanyak 18 nama di antaranya pernah memperkuat tim nasional Belanda kelompok umur. Bahkan dua pemain, Riechedly Bazoer dan Joshua Brenet, sempat tampil bersama timnas senior De Oranje sebelum beralih membela Curacao.
Tak sampai di situ, fakta lainnya, cuma satu pemain saja dalam skuad Timnas Curacao untuk Piala Dunia 2026 yang lahir di pulau tersebut, yakni Tahith Chong. Adapun 25 pemain lainnya lahir di negeri Belanda.
Perubahan besar dalam komposisi skuad Curacao mulai terjadi sejak 2015 saat federasi sepakbola Curacao menunjuk legenda Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pelatih kepala mereka. Penunjukan figur tersebut membantu The Blue Waves meyakinkan pemain diaspora lainnya untuk bergabung dengan proyek pembangunan Timnas Curacao.
Kiper Eloy Room jadi salah satu pemain diaspora pertama yang masuk pada era tersebut. Setelah itu, gelandang Leandro Bacuna mengikuti jejak serupa pada 2016, disusul sang adik, Juninho Bacuna, tiga tahun setelahnya.
Dalam wawancara dengan BBC, Juninho Bacuna menegaskan bahwa banyak pemain keturunan Curacao awalnya tidak terpikir membela negara leluhur mereka. Namun, hubungan emosional dengan keluarga, budaya, serta sambutan masyarakat Curacao bikin keterikatan mereka kian kuat.
"Kami punya banyak pemain yang sudah main di Belanda, dan tidak pernah terpikir bermain untuk Curacao," kata Juninho.
"Tapi Anda bisa melihat hati, keyakinan, dan hubungan mereka dengan Curacao. Mereka merasakan cinta dari orang-orang di sana, merasakan segalanya dari pulau itu, membuat hubungan kami jadi lebih kuat, dan semakin kuat bagi mereka," imbuhnya.
Gelombang pemain diaspora kian besar beberapa tahun terakhir. Dari total skuad Piala Dunia 2026, sebanyak 15 pemain baru debut bersama Timnas Curacao pada 2023. Salah satu nama paling kondang yakni Tahith Chong, eks Manchester United yang sebelumnya sempat memperkuat Timnas Belanda sampai level U-21.
Di samping faktor sejarah dan diaspora, keberhasilan Curacao lolos ke Piala Dunia juga dipengaruhi profesionalisme federasi. Presiden Federasi Sepak Bola Curacao (FFK), Gilbert Martina, menyebut kedatangan pelatih Dick Advocaat pada 2024 jadi titik penting.
Advocaat membantu mengubah pendekatan Timnas Curacao dari sekadar bermain atraktif jadi tim yang berorientasi hasil. Di bawah pemimpinannya, The Blue Waves menuntaskan kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa tersentuh kekalahan, detailnya tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.
Sayang, pada laga perdana Piala Dunia 2026 mereka langsung dibantai raksasa Eropa, Jerman, 7-1.
Daftar Pemain Timnas Curacao di Piala Dunia 2026
Berikut daftar skuad Timnas Curacao di Piala Dunia 2026, lengkap dengan nomor punggung, posisi, dan klub mereka saat ini.
| No | Posisi | Nama Pemain | Klub |
|---|---|---|---|
| 1 | GK | Eloy Room | Miami FC |
| 25 | GK | Tyrick Bodak | Telstar |
| 26 | GK | Trevor Doornbusch | VVV-Venlo |
| 2 | DF | Shurandy Sambo | Sparta Rotterdam |
| 3 | DF | Juriën Gaari | Abha |
| 4 | DF | Roshon van Eijma | RKC Waalwijk |
| 5 | DF | Sherel Floranus | PEC Zwolle |
| 24 | DF | Deveron Fonville | NEC |
| 18 | DF | Armando Obispo | PSV |
| 20 | DF | Joshua Brenet | Kayserispor |
| 23 | DF | Riechedly Bazoer | Konyaspor |
| 10 | MF | Leandro Bacuna (C) | Iğdır FK |
| 7 | MF | Juninho Bacuna | Gaziantep |
| 6 | MF | Godfried Roemeratoe | RKC Waalwijk |
| 8 | MF | Livano Comenencia | FC Zürich |
| 15 | MF | Ar’jany Martha | Rotherham United |
| 13 | MF | Tyrese Noslin | Telstar |
| 22 | MF | Kevin Felida | Den Bosch |
| 21 | MF | Tahith Chong | Sheffield United |
| 9 | FW | Jürgen Locadia | Miami FC |
| 11 | FW | Jeremy Antonisse | Kifisia |
| 12 | FW | Sontje Hansen | Middlesbrough |
| 14 | FW | Kenji Gorré | Maccabi Haifa |
| 16 | FW | Jearl Margaritha | Beveren |
| 17 | FW | Brandley Kuwas | Volendam |
| 19 | FW | Gervane Kastaneer | Terengganu FC |
Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































