tirto.id - Ricky Perdana Gozali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengumuman tersebut dilakukan oleh Komisi XI DPR pada Rabu, 2 Juli 2025. Ia menggantikan Doni Primanto Joewono yang masa jabatannya akan segera berakhir.
Sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (1/7/2025), ia telah mengikuti fit and proper test yang dilangsungkan oleh Komisi XI DPR. Pada uji kelayakan dan kepatutan tersebut, Ricky memaparkan apa yang menjadi visinya.
“Bank Indonesia punya 46 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kebijakan tanpa pelaksanaan, nothing. Oleh sebab itu, kantor perwakilan sangat penting dan saya tulis paper ini adalah untuk kantor perwakilan,” kata Ricky pada fit and proper test Calon Deputi Gubernur BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dikutip Antara.
Dalam kesempatan tersebut, Ricky memperkenalkan konsep “Bersimfoni” yakni membangun tiga kondisi ekonomi yang berdaya tahan, bersama tumbuh, dan berkelanjutan melalui penguatan lima peran strategis KPw BI.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subiyanto mengusulkan dua nama untuk menduduki jabatan Deputi Gubernur BI. Mereka adalah Ricky Perdana Gozali dan Dicky Kartikoyono. Hal itu tertuang melalui surat presiden nomor R22/Pres/05/2025 tertanggal 6 Mei 2025.
Profil Ricky Perdana Gozali dan Jejak Kariernya
Karier Ricky Perdana di Bank Indonesia telah dimulai sejak 30 tahun lalu, tepatnya tahun 1995. Di tahun tersebut, ia memulai kariernya sebagai staf Bank Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.
Sebelum terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, pria yang merupakan lulusan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta.
Perjalanan kariernya cukup panjang. Ricky sempat memimpin sejumlah posisi strategis sebagai Kepala Perwakilan BI di berbagai daerah. Sebelum bertugas di Jakarta, ia menjadi Kepala Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (dilantik pada 2023).
Mundur ke belakang, Ricky pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (dilantik pada 2022), Kepala Grup Departemen Internasional (dilantik pada 2020), Kepala Perwakilan Provinsi Gorontalo (dilantik pada 2018), serta Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Devisa.
Rekam jejak kariernya yang panjang dan dedikasinya pada apa yang ia kerjakan membuatnya dirasa cocok untuk mengisi posisi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia saat ini.
Harta Kekayaan Ricky Perdana Gozali, Calon Deputi Gubernur BI
Sebagai pejabat negara, banyak masyarakat yang penasaran dengan harta kekayaan Ricky Perdana Gozali. Berdasarkan riwayat pelaporan LHKPN yang bisa diakses publik, Ricky telah sembilan kali menyampaikan LHKPN ke KPK.
Pertama saat ia menjadi Deputi Direktur - Departemen Pengelolaan Devisa BI. Dalam laporannya pada 2 September 2015, ia memiliki harta kekayaan sejumlah Rp494.004.548.
Pada 27 Maret 2018, saat Ricky menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Gorontalo, ia melaporkan kekayaan sejumlah Rp4.074.274.795. Pada laporan periodiknya di 31 Desember 2018, ia melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp3.223.929.137.
Ricky Perdana juga pernah menjabat sebagai Kepala Grup Departemen Internasional BI. Saat itu jumlah hartanya selama dua tahun berturut-turut juga ia laporkan. Pada 2019, totalnya sebesar Rp4.489.360.111. Sedangkan pada 2020, jumlahnya mencapai Rp4.089.266.539.
Di jabatan selanjutnya, yakni saat ia menjadi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Timur, ia melaporkan hartanya pada 2021 dan 2022. Pada 2021, totalnya sebesar Rp5.108.929.202. Sedangkan tahun 2022, total kekayaannya mencapai Rp5.912.275.037.
Saat ia menjadi Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan, laporan harta yang ia miliki sejumlah Rp6.290.835.513. Pada LHKPN terakhir yang bisa diakses publik, yakni pada 30 Maret 2025, jumlah kekayaannya mencapai Rp6.396.965.842.
Berikut ini rincian harta dan aset yang Ricky miliki.
- Tanah dan bangunan: Rp5.400.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp1.059.250.000
- Harta bergerak lainnya: Rp682.500.000
- Surat berharga: -
- Kas dan setara kas: Rp383.246.123
- Harta lainnya: -
- Utang: Rp1.128.030.281
Selain itu, ia juga mengoleksi enam unit kendaraan. Semuanya ia klaim berasal dari hasil sendiri. Rincian unit kendaraan yang ia miliki adalah sebagai berikut:
- Motor Honda Vario (2016) senilai Rp11 juta
- Motor Yamaha Xeon (2015) senilai Rp4.5 juta
- Motor Honda Blade (2014) senilai Rp 3,7 juta
- Mobil Honda CRV (2019) senilai Rp350 juta
- Mobil Toyota Altis (2022) senilai Rp400 juta
- Mobil Toyota Yaris (2023) senilai Rp290 juta
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id
































