tirto.id - Mayjen TNI (Purn.) Syamsu Djalal meninggal dunia pada Jumat (19/12), menurut kabar dari Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat melalui akun Instagram.
"Puspom TNI AD beserta keluarga besar Polisi Militer TNI Angkatan Darat mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Mayjen TNI (Purn.) Syamsu Djalal," tulis Puspom, dikutip Jumat (19/12).
Posting itu kini sudah mendapat belasan komentar yang mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Syamsu pada usia 81 tahun.
"Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," demikian menurut akun Instagram tersebut.
Profil Syamsu Djalal
Syamsu Djalal lahir pada 22 Desember 1943. Ia merupakan salah satu tokoh militer yang terjun ke dunia politik.
Syamsu yang merupakan lulusan Akademi Militer (1965) ini berasal dari Korps Polisi Militer (CPM) dan pernah menempati beberapa jabatan strategis.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer (Dan Puspom) ABRI dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Setelah pensiun, mantan perwira tinggi kelahiran Padang, Sumatera Barat ini aktif sebagai pengacara dan terjun diberbagai organisasi sosial dan politik.
Syamsu Djalal juga dipercaya sebagai Ketua Umum Forum Bersama Laskar Merah Putih (FB-LMP), Ketua Dewan Pembina NCW (Nasional Corruption Watch) dan Ketua Dewan Pembina Koperasi Taksi (Kosti).
Syamsu Djalal didaulat menjadi Ketua Dewan Penasihat DPP PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman), suatu organisasi masyarakat Padang Pariaman perantauan di seluruh dunia.
Ia juga terjun ke dunia politik dengan ikut mendirikan Partai Berkarya yang dideklarasikan pada 13 Mei 2016.
Namanya kembali mencuat belakangan ini setelah tergabung dalam daftar purnawirawan TNI yang mengusulkan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























