tirto.id - Beberapa hari ini publik heboh karena sebuah video yang beredar di media sosial. Pasalnya, video tersebut mengandung promosi toko minuman keras (miras) di Kota Malang dan melibatkan King Abdi eks MasterChef.
Tak hanya menuai reaksi dari warganet, King Abdi juga mendapat kritik pedas dari anggota DPRD. Hal ini karena materi promosinya terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan etika serta peraturan daerah.
King Abdi Eks Masterchef Promosikan Toko Miras
Dalam video berdurasi hampir 3 menit, telihat sosok King Abdi turun dari mobil dan menghampiri seorang pria yang sedang minum es teh. Dalam video yang beredar luas di grup WhatsApp itu, ia mengajak pria tersebut ke sebuah toko minuman beralkohol baru di kawasan Soekarno-Hatta, Malang.
Sesudahnya, kamera menyorot toko bernama Sari Jaya. Dalam video tersebut ditampilan seluk beluk isi toko serta aneka produk miras lengkap dengan harga yang ditawarkan. Ada juga gimmick King Abdi membelikan minuman untuk seorang perempuan.
Konten promosi tersebut menimbulkan kecaman dari warganet. DPRD Kota Malang menilai promosi itu telah melanggar etika dan peraturan daerah. Utamanya yakni Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
Seperti dikutip Detik, salah satu anggota Fraksi PKB, Arief Wahyudi mengatakan bahwa seperti halnya rokok yang wajib mencantumkan bahaya merokok, iklan minuman beralkohol juga harus mencantumkan risiko yang ditimbulkan. Menurutnya hal tersebut penting untuk melindungi masyarakat.
Saat ini, konten promosi yang menimbulkan kehebohan publik itu sudah di-takedown. Meski begitu, videonya sudah menyebar di kalangan masyarkat dan dilihat oleh banyak orang, termasuk anak-anak yang belum cukup umur.
Pihak DPRD mendorong evaluasi izin usaha toko tersebut dan mengingatkan pembuat konten agar tidak “kebablasan” dalam berkreasi. Apalagi, dengan menggunakan bahasa provokatif yang sulit dikendalikan ketika sudah viral di media sosial.
Profil King Abdi dan Daftar Usaha Kulinernya
King Abdi atau Amrizal Nuril Abdi merupakan salah satu peserta ajang MasterChef musim ke-10. Sayangnya, ia tereliminasi pada babak 10 besar setelah masuk Black team.
Sebelum dikenal melalui MasterChef, King Abdi sudah menjadi seorang food blogger dan pengusaha kuliner. Dengan penampilan nyentrik dan keahliannya dalam memasak, ia gampang dikenali publik dan mencuri perhatian.
Pria kelahiran Malang, 2 Mei 1992 ini telah menikah dan memiliki seorang putra. Ia kerap mengunggah konten bersana anak dan istrinya di channel YouTube dan berbagai platform media sosial.
Saat mengikuti audisi MasterChef, King Abdi pernah mengungkap motivasi utamanya mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk mewujudkan keinginan mendiang ibunya. Ia juga bercerita bahwa pernah menjalani kehidupan sebagai pengamen.
Setelah namanya dikenal luas, King Abdi banyak membangun usaha kuliner yang berkolaborasi dengan beberapa selebritas. Salah satunya, ia pernah menjadi bagian dari tim Bebek Carok dan terlibat dalam memberikan konsepnya. Sayangnya belum lama mereka mengalami pecah kongsi dan terlibat perselisihan.
Selain Bebek Carok yang sudah bukan lagi menjadi miliknya, berikut ini daftar usaha kuliner King Abdi:
- Nasi Kulit Mak Igun (kolaborasi dengan Ivan Gunawan)
- Tempong Negoro (kolaborasi dengan Nitinegoro)
- Dadar Beredar (kolaborasi dengan mendiang Babe Cabita)
- Bakso Bang Disko
- Kremesan King Abdi
- Sego Meduro Bangsad
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id
































