tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melantik mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Diketahui, posisi kursi Wakil Menteri Keuangan kosong setelah Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.
Penunjukan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia merupakan hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin malam ( 27/1).
Adapun Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026.
Juda Agung sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022.
Sementara, posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan saat ini telah diisi oleh mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Profil Juda Agung Wamenkeu Baru dan Harta Kekayaannya
Juda Agung lahir di Pontianak 6 Agustus 1964. Sebelum menjadi Gubernur BI, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), Washington DC, Amerika Serikat, pada periode 2017–2019. Juda Agung juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa barat.
Mengutip dari laman alumni IPB, Juda lulus sebagai sarjana Teknologi Pertanian dan melanjutkan pendidikan di Birmingham University mengambil jurusan Bisnis dan Keuangan, lulus pada tahun 1995.
Kemudian ia melanjutkan studi S3 pada tahun 1999 di Universitas Birmingham pada bidang Ekonomi. Tugas pertama Juda di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Ia ditempatkan di kantor perwakilan London pada tahun 1992-1999.
Pada tahun 2012 hingga 2013 ia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter kemudian pada 2013 hingga 2014 ia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Pada Februari 2014, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo melantik Juda sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter.
Juda Agung juga sempat memangku jabatan sebagai kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Sejak 1 Januari 2020 dipromosikan sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia di bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.
Terhitung sejak tanggal 6 Januari 2022, ia secara resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia di hadapan Ketua Mahkamah Agung RI.
Ringkasan Harta Kekayaan Juda Agung
Total harta: Rp57.736.960.920 (Rp57,7 miliar)
A. Tanah & Bangunan — Rp21.521.800.000
- Aset properti milik pribadi di beberapa lokasi (hasil sendiri):
- Tanah & bangunan di Jakarta Pusat – 300 m²/250 m² — Rp3.000.000.000
- Tanah & bangunan di Bogor – 128 m²/80 m² — Rp640.000.000
- Dua bangunan di Jakarta Pusat — masing-masing Rp240.900.000
- Tanah di Jakarta Selatan – 237 m² — Rp7.700.000.000
- Tanah & bangunan di Jakarta Selatan – 141 m²/100 m² — Rp3.900.000.000
- Tanah & bangunan di Jakarta Selatan – 175 m²/166 m² — Rp5.800.000.000
Kendaraan milik pribadi:
- Toyota Fortuner Diesel 2.4 VRZ (2020) — Rp375.591.625
- Toyota Calya Astra (2019) — Rp102.378.250
- BMW 730Li M Sport (2022) — Rp1.546.150.000
Nilai investasi surat berharga milik pribadi.
E. Kas & Setara Kas — Rp11.884.316.995
Saldo dana tunai/di bank.
(Bagian C Harta Bergerak Lainnya dan F Harta Lainnya tidak ada nilai/laporan.)
2. HUTANG — Rp1.652.216.000
Kewajiban hutang yang belum diselesaikan.
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id
































