Menuju konten utama

Siapa Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI yang Baru?

Thomas "Tommy" Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI setelah Juda Agung Mundur. Simak profil Thomas Djiwandono selengkapnya.

Siapa Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI yang Baru?
Thomas Djiwandono melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Thomas Djiwandono merupakan Wakil Menteri Keuangan yang diusulkan dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pria yang akrab dipanggil Tommy ini adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto. Bagaimana profil Tommy Djiwandono ini?

Diusulkannya Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono," tutur Prasetyo pada Senin (19/1/2026).

Pengusulan nama Thomas, kata Mensesneg, dilakukan karena Deputi Gubernur BI Juda Agung telah mengundurkan diri. Thomas dan dua nama lain yang belum dirinci kini tengah bersiap untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) DPR.

Akan tetapi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk pertukaran.

"Kayaknya switch [tukar] ya [Thomas dan Juda], kelihatannya," tutur Purbaya pada Senin.

Purbaya menyatakan perubahan posisi antara Thomas masuk dan Juda Agung mundur bukan suatu hal yang aneh. Menurutnya, Kementerian Keuangan dan BI sama-sama lembaga pemerintah, sehingga pertukaran jabatan tidak berpengaruh terhadap independensi.

"Saya pikir seimbang, enggak ada yang aneh, kalau independensi enggak ada hubungannya," katanya.

"Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan, ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada. Jadi, BI independen, kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter," tambah Purbaya.

Profil Thomas Djiwandono

Bernama lengkap Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Tommy lahir di Jakarta pada 7 Mei 1973. Latar belakang Tommy dan Prabowo Subianto dekat, punya kesamaan trah Djojohadikusumo dan sama-sama anak pejabat.

Jika Prabowo adalah anak menteri era Sukarno-Soeharto, Sumitro Djojohadikusumo, Thomas merupakan anak Gubernur BI era 1993-1998 Joseph Sudradjad Djiwandono atau sering pula ditulis Sudrajad Djiwandono.

Thomas merupakan anak Sudradjad Djiwandono bersama Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo. Biantiningsih merupakan kakak Prabowo Subianto, sehingga Joseph adalah kakak ipar. Alhasil Thomas masih keponakan Prabowo.

Meskipun kini berkecimpung di dunia ekonomi, namun Thomas semula meniti karier di bidang lainnya. Setelah lulus dari sekolah menengah Kanisius, Thomas tak memilih ekonomi sebagai bidang studi sarjananya, melainkan dalam urusan sejarah.

Pada 1990, ia memutuskan untuk berkuliah di Amerika Serikat. Tepatnya, Thomas kuliah S1 bidang Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, AS dari 1990 hingga lulus pada 1995.

Sekembalinya dari studi, gelar bidang sejarah itu kemudian digunakan Thomas meniti karier sebagai jurnalis. Seturut laman resmi Partai Gerindra, ia pernah jadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan wartawan Indonesia Business Weekly pada 1994.

Dari sana, Thomas kemudian banting setir. Ia pindah ke Hong Kong, jadi analis finansial di Wheelock NatWest yang kini jadi bagian dari perusahaan Wheelock and Company.

Kemudian, pada 2006, Thomas kembali ke Indonesia dengan pengalaman jadi analis finansial dan gelar ekonomi dari Johns Hopkins University, AS. Kepulangannya pun bukan tanpa sebab. Thomas balik ke Indonesia untuk menjadi Deputi CEO Arsari Group, perusahaan agrikultur yang didirikan pamannya, Hashim Djojohadikusumo.

Setelah masuk Arsari Group, karier Thomas berkelindan di antara sosok besar keluarga Djojohadikusumo yakni Prabowo Subianto. Ketika Prabowo mendirikan Partai Gerindra pada 2008, Thomas masuk ke sana sebagai kader.

Seiring Gerindra yang kian berkembang, berkembang pula karier Thomas di partai berlogo kepala garuda itu. Dari kader pada 2008, Thomas jadi bendahara umum periode 2014-2019.

Ketika pamannya pertama kali maju jadi calon presiden pada Pemilu 2014, Thomas ada di gerbong pendukungnya. Ia jadi bendahara dan mengelola semua arus uang yang diperlukan pamannya selama pencalonan.

Tatkala Prabowo Subianto terpilih jadi Presiden Indonesia ke-8 pada 2024 lalu, Thomas juga ikut masuk ke jajaran pemerintahan. Ia ditunjuk Prabowo untuk jadi Wakil Menteri Keuangan guna mendampingi Sri Mulyani selaku menterinya.

Jabatan sebagai wakil menteri itu Thomas emban hingga kini. Namun, setahun ia jadi wakil menteri, jabatan itu berpotensi berubah dalam waktu dekat.

Seturut pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Thomas diproyeksikan akan mengisi jabatan Deputi Gubernur BI. Purbaya menyebutnya sebagai pertukaran, Thomas akan jadi Deputi Gubernur BI dan Juda Agung masuk ke Kementerian Keuangan.

Purbaya sendiri menyatakan bahwa independensi BI tak akan goyah meski dimasuki keponakan presiden. Namun, kekhawatiran tentang independensi terjadi di kalangan investor, terlebih setelah BI membuat kebijakan pembagian beban (burden-sharing) baru guna mendanai program pemerintah pada 2025 lalu.

Baca juga artikel terkait NASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar