Menuju konten utama

Presiden Jokowi: Aksi Bom Gereja Tidak Terkait Ajaran Agama Apapun

"Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya," ujar Presiden

Presiden Jokowi: Aksi Bom Gereja Tidak Terkait Ajaran Agama Apapun
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (kiri) dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berjalan menuju Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Presiden mengapresiasi ulama dan seluruh peserta Doa Bersama yang berlangsung dengan tertib dan lancar. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/16

tirto.id - Presiden Joko Widodo menyatakan serangkaian aksi terorisme di tiga Gereja di Surabaya merupakan tindakan biadab, di luar batas kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apapun.

"Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya," ujar Presiden yang didampingi Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnivian dilansir Antara.

Presiden juga mengutuk para pelaku yang menggunakan dua anak yang berumur kurang lebih 10 tahun digunakan untuk pelaku bom bunuh diri.

"Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tak berdosa," kata Presiden saat menjenguk korban teror di tiga Gereja di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018) sore.

Presiden menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.

"Seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini, dan mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme radikalisme yang bertentangan nilai-nilai agama, nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan nilai kebhinnekaan," tegasnya.

Presiden juga mengimbau seluruh rakyat di seluruh pelosok tanah air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan serta tetap waspada.

"Dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme," katanya.

Presiden juga mendoakan para korban yang meninggal dunia semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan.

"Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam duka cita kita, semua atas jatuh korban akibat serangan bom diri di Surabaya ini. Untuk korban yang luka-luka mari kita doakan agar diberi kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya," tuturnya.

Baca juga artikel terkait TEROR BOM GEREJA SURABAYA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani