Menuju konten utama

Pramono: Macet Jakarta Turun Berkat Traffic Control Berbasis AI

Pemprov DKI akan menambah kamera CCTV di simpang-simpang jalan Jakarta setelah kebijakan traffic control berbasis AI berhasil tangani kemacetan.

Pramono: Macet Jakarta Turun Berkat Traffic Control Berbasis AI
Gubernur DKJ, Pramono Anung, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/5/2025). tirto.id/naufal majid

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut tingkat kemacetan di Jakarta mengalami penurunan semenjak menerapkan sistem traffic control berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sejak sistem traffic control berbasis AI diterapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Pramono mengatakan Jakarta berhasil naik dari peringkat 30 ke peringkat 90 dalam indeks kemacetan kota-kota di dunia.

“Tadi pak kepala dinas [Perhubungan] menyampaikan, sejak dipasangnya ini, sistem [traffic control berbasis AI] ini, Jakarta mengalami kenaikan rankingnya dari [peringkat] 30 ke 90. Jadi dari 30 ke 90, artinya ada kenaikan 60 [peringkat] yang luar biasa,” ujar Pramono saat meninjau langsung Command Center Dishub Jakarta di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Pramono mengaku senang ketika melihat sistem traffic control berbasis AI milik Dishub Jakarta berjalan dengan baik. Meski begitu, ia menyebut, saat ini kamera pengawas atau CCTV yang ditempatkan di persimpangan jalan untuk menunjang sistem itu masih mengalami kekurangan.

“Yang saya senang adalah tadi saya melihat sendiri bahwa pengaturannya dengan artificial intelligence ini sudah sangat baik,” kata Pramono.

Pramono menambahkan, “Tadi Pak Kepala Dinas menyampaikan memang di setiap persimpangan, itu seyogyanya ada [kamera CCTV]. Sementara kita baru punya 65 [kamera CCTV] dari 321 [persimpangan jalan], artinya kurang."

Oleh karena itu, Pramono mengatakan, Pemprov DKI akan menambah kamera CCTV di simpang-simpang jalan Jakarta, karena sudah terbukti mampu mengurai kemacetan.

“Sehingga dengan demikian, [penyediaan kamera CCTV] ini lah yang akan kita persiapkan ke depannya. Tadi saya juga sengaja untuk melihat apakah betul fungsi dari persimpangan yang kemudian diatur secara artificial intelligence itu bisa mengurangi banyak kemacetan, dan ternyata bisa,” urainya.

Pramono menuturkan, sistem traffic control berbasis AI itu juga membantu rangkaian rombongan tamu VVIP ketika melintas di jalanan Jakarta.

Ia mengaku mendapatkan permintaan untuk menerapkan sistem serupa di daerah-daerah luar Jakarta, agar memudahkan para tamu VVIP ketika melintas.

“Bahkan tadi Kepala Dinas [Perhubungan] juga menyampaikan ketika VVIP keluar dari Jakarta, kalau Jakarta kan sudah ada sistemnya, keluar Jakarta kan belum, mohon maaf, belum ada sistemnya. Sehingga dengan demikian seringkali yang sudah diperkirakan hijau artinya lancar, ternyata merah. Nah untuk itu ada permintaan untuk kita mengkoneksikan sistem itu secara keseluruhan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, saat ini ada sekitar 25 orang petugas dalam satu shift yang bertugas mengawasi kamera CCTV di persimpangan-persimpangan jalanan Jakarta.

“Kemudian, untuk petugas rata-rata kita siapkan 25 orang per shift. Sehingga tidak ada kekosongan monitoring terhadap seluruh kamera yang ada di lapangan,” kata Syafrin di lokasi yang sama, Rabu.

Syafrin menambahkan, apabila masyarakat ingin melaporkan kemacetan yang terjadi di persimpangan jalan, maka mereka dapat menghubungi call center atau aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM).

“Tentu kami call center-nya ada, dan juga terkoneksi langsung dengan CRM. Sehingga SOP untuk penanganan setiap ada keluhan itu kami maksimum 3 jam itu sudah diselesaikan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KEMACETAN JAKARTA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher