Menuju konten utama

Pramono Ingin Karang Taruna Dilatih Jadi Event Organizer

Pramono Anung, berencana membuka pelatihan terhadap anggota Karang Taruna di tiap kecamatan di Jakarta untuk menjadi event organizer (EO) profesional.

Pramono Ingin Karang Taruna Dilatih Jadi Event Organizer
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) menerima baju yang didesain siswa dalam pelatihan desain grafis di Rusun KS Tubun, Jakarta, Jumat (2/5/2025). Pemprov DKI Jakarta menggelar 10 program pelatihan gratis berbasis Mobile Training Unit (MTU) di berbagai kelurahan yang diikuti oleh 260 peserta guna memperluas akses pelatihan kerja dan menekan angka pengangguran di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa

tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, berencana membuka pelatihan terhadap anggota Karang Taruna di tiap kecamatan di Jakarta untuk menjadi event organizer (EO) profesional.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Balai Rakyat Gelanggang Remaja Kecamatan Kemayoran untuk kegiatan Karang Taruna dan kepemudaan, Jumat (2/5/2025).

“Saya akan memulai bahwa Karang Taruna itu juga akan kami latih menjadi event organizer secara profesional,” kata Pramono kepada para wartawan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat.

Pramono menjelaskan nantinya pelatihan anggota Karang Taruna untuk menjadi EO tersebut dapat dilakukan di tiap-tiap kecamatan.

Untuk Kecamatan Kemayoran sendiri, dia mencontohkan nantinya para anggota Karang Taruna dapat diberdayakan sebagai panitia penyelenggara acara-acara internasional yang sering digelar di sana.

“Jadi, masing-masing kecamatan dilatih, Karang Taruna bisa menjadi penyelenggara event-event yang bagus. Contoh, enggak jauh dari sini ada [JIExpo] Kemayoran. Di [JIExpo] Kemayoran itu berbagai event internasional selalu ada,” ucap Pramono.

Pelatihan EO kepada para anggota Karang Taruna perlu dilakukan karena menurut Pramono, Karang Taruna memiliki manajemen organisasi yang solid dan baik.

“Saya terus terang melihat salah satu kelebihannya Karang Taruna adalah soliditas organisasinya. Itu terbukti ketika pelantikan, hampir sebagian besar ternyata anggota DPRD Jakarta adalah Karang Taruna. Dan itu menunjukkan bahwa Karang Taruna memang sebuah organisasi yang sudah baik dan menarik,” jelas Pramono.

Dengan diadakannya pelatihan sebagai EO, Pramono berharap ke depannya para anggota Karang Taruna dapat terbuka wawasannya dan bisa menyiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja.

“Dengan demikian, kalau ini dilakukan pelatihan event organizer, kemudian mereka juga diberikan kesempatan untuk magang, saya yakin pelan-pelan mereka juga akan terbuka wawasan dan mereka mau bekerja,” ungkap Pramono.

Politikus PDIP itu mengatakan nantinya kegiatan-kegiatan yang dapat digelar oleh para anggota Karang Taruna di antaranya adalah kegiatan yang berkaitan dengan musik, teatrikal, puisi, dan berbagai kegiatan kesenian lainnya.

“Dengan demikian kalau kemudian ada acara-acara musik, teatrikal, puisi, dan sebagainya, kalau Karang Taruna yang menyelenggarakan maka fasilitasnya kita berikan kemudahan,” kata Pramono.

Tidak hanya kegiatan kesenian, Pramono juga berharap para anggota Karang Taruna nantinya dapat menggelar kegiatan-kegiatan olahraga.

“Demikian juga untuk kegiatan olahraga nanti akan ada Perda yang tadi diusulkan juga oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga, supaya cabang-cabang olahraga bisa memanfaatkan fasilitas yang baik ini,” lanjutnya.

Pramono berharap Karang Taruna dapat menjadi sarana anak-anak muda untuk berkreasi dan menyalurkan kegiatan-kegiatan positif. Dia juga berharap berbagai kegiatan negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba dapat dialihkan ke hal-hal yang lebih positif.

“Karena peran serta real Karang Taruna adalah untuk mengurangi misalnya di kalangan remaja, penggunaan narkoba, tawuran, supaya energi negatif yang mereka miliki disalurkan saja di Karang Taruna dengan aktivitas dan fasilitas yang sudah dimiliki dengan baik,” tutup Pramono.

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama