Menuju konten utama

Pramono akan Tindak Hotel-Kafe Pemakai Jasa Angkut Sampah Ilegal

Pramono menilai banyak jasa pengangkutan sampah tak bertanggungjawab digunakan oleh hotel, restoran dan kafe

Pramono akan Tindak Hotel-Kafe Pemakai Jasa Angkut Sampah Ilegal
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026). tirto.id/Rayfahd Haykal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menyasar sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) dalam penertiban sampah ilegal di Jakarta. Langkah ini menyusul temuan sejumlah bisnis di sektor tersebut kerap menggunakan jasa pengangkut sampah swasta yang tidak bertanggung jawab, sehingga berujung pada pembuangan sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) liar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan penertiban selama ini tidak bisa hanya menyasar pihak yang membuang sampah sembarangan di lapangan, tetapi juga harus menjangkau Horeka sebagai pengguna jasa pengangkut sampah tersebut.

"Maka yang kami lakukan penertiban bukan hanya kepada orang yang menimbun di sembarang tempat, tetapi juga Horeka-nya kita akan melakukan penertiban," kata Pramono di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Meski demikian, Pramono belum memperinci skema pengawasan maupun bentuk sanksi yang akan dikenakan ke sektor Horeka pengguna jasa pengangkut sampah ilegal. Ia juga tidak menyebutkan kapan kebijakan penertiban terhadap sektor Horeka ini mulai berlaku.

Pramono mengklaim penanganan sampah di Jakarta menunjukkan progres yang lebih baik meski masih menghadapi berbagai tantangan. Ia merujuk pada Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah, yang secara umum mewajibkan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga maupun pelaku usaha, sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

"Karena persoalan sampah ini walaupun dengan berbagai tantangan, tapi saya melihat progresnya sebenarnya menjadi jauh lebih baik. Karena kemarin, seperti yang sudah saya sampaikan, dengan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah, sekarang ini ada penurunan angka cukup signifikan di Bantar Gebang. Turun kurang lebih 500 ton per hari," ujar Pramono.

Ia menambahkan, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik di Ciangir yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti sapi dan unggas.

"Nanti kalau progresnya untuk sapi, unggas, ayam, dan macam-macam sudah ini, kami akan undang teman-teman sekalian untuk melihat secara langsung," katanya.

Baca juga artikel terkait SAMPAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Hendra Friana