tirto.id - Presiden Prabowo Subianto merespons sorotan publik terkait intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri. Dalam tayangan "Prabowo Menjawab 2" yang dirilis melalui kanal YouTube resminya, Minggu (22/3/2026), ia menegaskan bahwa setiap lawatan memiliki tujuan strategis untuk kepentingan ekonomi nasional.
Prabowo menyadari adanya persepsi masyarakat yang menilai kunjungannya bersifat seremonial belaka. Namun, ia menekankan bahwa diplomasi yang dilakukannya berkaitan langsung dengan upaya menjaga lapangan kerja di dalam negeri.
"Dan juga saya jalan-jalan, untuk menjaga apa? Lapangan kerja. Aku kalau nggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja, di ujungnya saya yang datang," kata Prabowo.
Menurutnya, kehadiran langsung kepala negara sering menjadi faktor penentu dalam mempercepat negosiasi ekonomi yang selama ini berlarut-larut.
Sejumlah kesepakatan strategis, ungkap Prabowo, baru bisa tercapai melalui komunikasi langsung antar pemimpin negara.
"Kalau tidak ada komunikasi langsung di tingkat pimpinan, banyak negosiasi bisa terhambat. Ada hal-hal yang memang harus diputuskan oleh pemimpin negara," katanya.
Ia memberikan contoh keberhasilan Indonesia menembus pasar Uni Eropa dan Kanada melalui skema kerja sama ekonomi komprehensif.
Berkat pendekatan tersebut, komoditas unggulan seperti tekstil dan alas kaki kini memperoleh akses pasar yang lebih luas serta penurunan tarif ekspor.
Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa diplomasi saat ini telah berkembang menjadi instrumen geoekonomi yang krusial bagi daya saing negara.
Terlebih, mitra kerja sama internasional kerap meminta kepastian langsung dari otoritas tertinggi untuk memberikan keputusan akhir dalam sebuah kesepakatan strategis.
Di akhir penjelasannya, Prabowo menekankan pentingnya peran aktif Indonesia di berbagai forum internasional seperti ASEAN, G20, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Hal ini dilakukan demi memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah dinamika global.
"Indonesia memiliki posisi strategis dengan sumber daya yang besar. Karena itu, kita harus aktif membangun kerja sama agar tidak dirugikan dalam persaingan global," pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































