Menuju konten utama

Prabowo Perintahkan Modifikasi Cuaca Antisipasi El Nino

Presiden Prabowo instruksikan modifikasi cuaca di 6 provinsi rawan karhutla dan 240 waduk demi antisipasi dampak buruk fenomena El Nino.

Prabowo Perintahkan Modifikasi Cuaca Antisipasi El Nino
Petugas melihat peta penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk segera mengambil langkah strategis dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang yang beriringan dengan fenomena El Nino. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026) petang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat dukungan melalui dua fokus utama, yakni menjaga ketersediaan air waduk serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat operasi modifikasi cuaca.

“Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” jelas Faisal kepada awak media di Istana.

Faisal merinci, operasi modifikasi cuaca difokuskan pada enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi dilakukan secara berkala guna menjenuhkan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.

“Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Selain itu, modifikasi cuaca juga menyasar 240 waduk di Indonesia.

Kerja sama lintas kementerian dan pihak swasta dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi PLTA, irigasi, serta kebutuhan air bersih masyarakat.

Faisal menekankan bahwa strategi ini merupakan penyempurnaan dari penanganan sebelumnya yang lebih berfokus pada pemadaman. Dengan langkah preventif ini, pihaknya optimistis kebakaran hutan dan lahan dapat lebih terkendali.

“Ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut. Sehingga sekarang kita lihat bahwa untuk kebakaran hutan dan lahan relatif lebih dapat dikendalikan dibanding sebelum 2015,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait DAMPAK MUSIM KEMARAU atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah