Menuju konten utama

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Prabowo meminta pemerintah memperbesar anggaran mitigasi bencana dan menyiapkan master plan untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional.

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Presiden Prabowo Subianto (tengah) memimpin rapat terkait karhutla di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatanm Palembang, Senin (24/8/2026). Kunjungan kerja Presiden tersebut merupakan bagian dari peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera yang juga mencakup wilayah Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi bencana.

Kebutuhan itu dinilai semakin mendesak mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Posisi geografis tersebut membuat Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana geologi, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.

“Jadi, ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah,” katanya saat memberikan sambutan dalam pemantauan penanganan gempa di NTT, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).

Prabowo mengatakan penguatan mitigasi tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan anggaran. Pemerintah juga perlu mengubah pola penanganan bencana agar tidak semata-mata berfokus pada respons setelah bencana terjadi.

Menurut dia, kesiapan peralatan dan sumber daya perlu dibangun sejak jauh-jauh hari, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Saya minta, pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip, ya. Lebih baik daripada kurang,” imbuhnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyiapkan kebutuhan mitigasi bencana dalam perencanaan pemerintah.

Perencanaan itu nantinya akan dituangkan dalam sebuah master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Prabowo menekankan, rencana tersebut tidak hanya memuat kebutuhan anggaran, tetapi juga mencakup kesiapan sarana, teknologi, serta koordinasi antarinstansi.

“Jadi, kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif,” tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana