Menuju konten utama

Prabowo Buka Wacana Integrasikan Badan Geologi dengan BMKG

Wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG dicetuskan Prabowo di tengah erupsi sejumlah gunung berapi di Tanah Air.

Prabowo Buka Wacana Integrasikan Badan Geologi dengan BMKG
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati arah dan kecepatan angin sebagai dampak tak langsung siklon tropis Toraji melalui layar di Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Senin (11/11/2024).ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang untuk mengintegrasikan Badan Geologi yang kini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Wacana tersebut disampaikan Prabowo langsung di hadapan pimpinan Badan Geologi, Lana Saria dan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam rapat pemantauan penanganan gempa di NTT, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).

“Nanti kita pikirkan, apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, ya nanti kita bahas (rencana integrasi) itu,” ujar Prabowo.

Sementara itu, wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG dicetuskan Prabowo di tengah erupsi sejumlah gunung berapi di Tanah Air. Seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, dia juga meminta Lana untuk mempererat kerja sama dengan BMKG.

“Kita kan ada di ring of fire, kita siap. Ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatra Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” tutur Prabowo.

“Kepala Badan Geologi, nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini,” sambungnya.

Terlepas dari itu, untuk menambah kewaspadaan terhadap risiko bencana, Prabowo juga sudah menginstruksikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menambah alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan.

Tidak hanya anggaran, pemerintah juga akan mengubah pola penanganan bencana agar tidak hanya berfokus pada respons setelah bencana terjadi. Kesiapan peralatan dan sumber daya juga harus dibangun sejak jauh-jauh hari di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Saya minta, pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip, ya. Lebih baik lebih daripada kurang,” imbuhnya.

Nantinya, perencanaan tersebut harus disusun dalam sebuah master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Adapun, perencanaan tidak hanya mencakup kebutuhan anggaran, tetapi juga meliputi kesiapan sarana, teknologi, hingga koordinasi antarinstansi.

“Jadi, kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif,” tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait BMKG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto