Menuju konten utama

PPP Harap KIB Tidak Bubar Meski Beda Pilihan Capres 2024

PPP mengklaim Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak akan dibubarkan hanya karena perbedaan pilihan bakal calon presiden di Pilpres 2024.

PPP Harap KIB Tidak Bubar Meski Beda Pilihan Capres 2024
Tiga ketum parpol yang tergabung di KIB tampak duduk semeja saat pertemuan di kediaman Airlangga Hartarto, Jalan Widya Chandra III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2023) malam. (FOTO/Dok. Istimewa)

tirto.id - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono mengklaim tiga partai politik yang mendeklarasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu Golkar, PAN dan PPP tidak akan dibubarkan hanya karena perbedaan pilihan bakal calon presiden di Pilpres 2024. Diketahui Golkar dan PAN mendukung Prabowo Subianto sementara PPP memilih mengusung Ganjar Pranowo.

"Jadi tidak ada masalah kemudian Golkar dengan PAN pada akhirnya ya bergabung dengan Gerindra yaitu Sah-sah saja PPP kemudian. Nah tetapi kalau kemudian apakah itu koalisi menjadi bubar? Setiap sebuah kumpulan forum atau apapun yang bertujuan mulia saya pikir ya enggak usah dibubarkan gitu ya, wong kita juga tidak saling mengganggu," kata Mardiono di Senayan Park, Rabu (23/8/2023).

Lebih lanjut, Mardiono menuturkan partainya tidak akan berpaling dari kerja sama politik dengan PDIP terkait dengan dukungan kepada Ganjar sebagai bakal capres.

"Jadi kita gabung, PPP gabung dengan PDI Perjuangan itu sudah penuh dengan perhitungan yang matang. Bukan kemudian dilahirkan oleh keinginan elite, oleh para pimpinan-pimpinan tetapi ini tumbuh dari grassroots," bebernya.

Mardiono yakin PDIP merupakan saudara seumuran dengan PPP. Sebab, keduanya dilahirkan di bulan yang sama di era Orde Baru.

"Jadi PPP itu lahir tanggal 5 pada Januari 1973. Sementara PDI pada tanggal 10. Jadi PDI adalah saudara muda dari PPP yang selisihnya hanya sedikit dan bulannya sama," terangnya.

Selain aktif menjaga soliditas di dalam kerjasama politik dengan PDIP, PPP juga mendorong Sandiaga Uno menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Mardiono menuturkan PPP mengajukan nama Sandiaga Uno bukan hanya karena kepentingan pragmatis, namun melihat jejak rekamnya sejak lama.

"Dasarnya bukan karena semata-mata orang pak Sandiaga Uno, tetapi kita melihat track record Pak Sandiaga Salahuddin Uno dalam perjalanannya itu adalah layak untuk menjadi pendamping pak Ganjar Pranowo ini adalah pasangan yang sangat produktif. Itu kita memutuskan itu," jelasnya.

Baca juga artikel terkait KOALISI INDONESIA BERSATU atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Intan Umbari Prihatin