Menuju konten utama
Pemilu 2024

PAN & Golkar Dukung Prabowo, PPP Dukung Ganjar, KIB Bubar?

Muhammad Romahurmuziy menyatakan KIB otomatis bubar usai PAN dan Golkar mendukung Prabowo Subianto.

PAN & Golkar Dukung Prabowo, PPP Dukung Ganjar, KIB Bubar?
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Rakyat (PAN) Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) menunjukan dokumen kerjasama politik saat deklarasi dukungan Pilpres 2024 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

tirto.id - Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar resmi menyatakan dukungannya kepada Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Dukungan PAN dan Golkar ini menambah amunisi bagi Prabowo untuk bertarung di Pilpres 2024, setelah PKB dan partainya sendiri lebih dulu mendukungnya.

PAN dan Partai Golkar diketahui sejak awal membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KIB dibentuk pada 12 Mei 2022 dengan tiga pimpinan partai politik yaitu Airlangga Hartarto dari Golkar, Zulkifli Hasan dari PAN, dan Suharso Monoarfa dari PPP, tujuannya untuk menghadapi Pilpres 2024.

Awalnya, KIB selalu mengklaim solid saat menghadapi dinamika politik pencalonan capres dan cawapres. Namun, kesolidan ini mulai goyah saat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi memutuskan untuk mendukung Ganjar Pranowo menjadi capres 2024.

PAN dan Golkar pun kebingungan dan mulai menjajaki komunikasi politik dengan partai politik lain. Hingga akhirnya, saat ini dua partai ini resmi mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Lalu, bagaimana dengan nasib KIB?

SILATURAHMI KOALISI INDONESIA BERSATU

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bertumpu tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kanan) pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy menyatakan KIB otomatis bubar usai PAN dan Golkar mendukung Prabowo.

"Dengan adanya dukungan resmi PAN dan Partai Golkar ke Pak Prabowo hari ini, otomatis hari ini pula lah 'peresmian' bubarnya KIB alias goodbye KIB," ujar Romahurmuziy dalam pernyataanya kepada Tirto, Minggu (13/8/2023).

Romi mengaku tidak terkejut dengan dukungan PAN dan Golkar ke Prabowo. Apalagi dukungan PAN konsekuensi kemungkinan Erick Thohir akan digandeng Prabowo sudah diprediksi sebelumnya oleh PPP.

"Jadi sudah lama kita prediksi kalau PAN akan melabuhkan pilihan dimana Pak Erick berlabuh," katanya.

Sementara, Golkar sendiri sudah santer terdengar akan merapat ke Prabowo. Kata Romi, dibandingkan dua bacapres lain, yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Golkar memiliki kedekatan dengan Prabowo karena pernah menjadi kadernya.

"Apapun, Golkar didirikan almarhum Pak Harto yang juga pernah jadi mertua Pak Prabowo," katanya.

Lain halnya dengan PPP, Golkar dan PAN melihat keberadaan KIB masih bisa dipertahankan. Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menganggap KIB justru malah makin melebur ke koalisi lain.

"Enggak bubar dong, malah makin melebur. Masih bisa berkoalisi lagi ke depannya," jelas Dave kepada Tirto, Minggu (13/8/2023).

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay juga menilai komunikasi antara tiga partai di KIB masih terus berjalan, meski sudah berbeda dukungan capres.

"Kalaupun nanti anggota KIB pisah jalan, komunikasi pasti akan tetap jalan. Komunikasi penting agar pemilu kita dapat berjalan lancar, damai, dan bermartabat. Karena itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait KIB," ucap Saleh kepada Tirto, Minggu (13/8/2023).

Saleh menilai semangat yang dibangun KIB untuk mewujudkan pemilu yang damai sangat kuat. Begitu pun dengan agenda-agenda yang pernah disepakati bersama oleh PAN, PPP, dan Golkar.

"Ke mana pun PAN berlabuh, agenda itu akan tetap disampaikan dan ditanamkan. Itu arah dan kebijakan yang perlu dijaga," tegas Saleh.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Politik
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Bayu Septianto