tirto.id - Pesantren terbaik di indonesia merupakan lembaga pendidikan Islam berakar tradisi yang hingga kini terus berkembang di berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Di lembaga pendidikan tertua ini, para santri menimba ilmu agama secara mendalam langsung dari bimbingan para kiai.
Meski pilihannya sangat beragam, tak jarang orang tua merasa bingung saat memilih tempat terbaik untuk buah hatinya. Apalagi pendidikan pesantren saat ini tidak melulu diperuntukkan bagi anak-anak atau remaja saja, tetapi juga terbuka bagi kalangan dewasa.
Untuk membantu menentukan pilihan, daftar pondok pesantren terbaik di indonesia berikut dirangkum berdasarkan keunggulan dan ciri khasnya masing-masing. Indikatornya mencakup fokus topik pendidikan, inklusivitas, hingga pendekatan pengajaran yang diterapkan.
Pilihan yang disajikan pun amat beragam, mulai dari pesantren berbasis tradisional hingga modern, termasuk beberapa pesantren tertua di Tanah Air. Selain itu, hadir pula pesantren dengan fokus khusus seperti isu ekologis di Misykat Al-Anwar, akses inklusif bagi tunanetra di Raudlatul Makfufin, hingga pesantren khusus transpuan di Al-Fatah.
20 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia
Memilih pesantren sebagai tempat belajar mesti cermat, sesuai dengan visi dan misi pribadi serta target yang diinginkan. Oleh karena itu, memilih ponpes terbaik menjadi langkah krusial untuk menunjang tumbuh kembang dan pendidikan karakter anak.
Berikut ini disajikan 20 pondok pesantren terbaik dan pesantren terkenal di indonesia, baik dari segi pengajaran, jenis pendekatan, maupun inklusivitas.
1. Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar
Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar lahir dari keresahan atas kerusakan lingkungan dan menguatnya konservatisme agama. Oleh karena itu, Pesantren Ekologi Misykat Al-anwar didirikan untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis pesantren dan pelatihan dengan lingkungan yang inklusif; terbuka bagi orang dengan berbagai latar belakang agama dan identitas gender, utamanya masyarakat sipil marjinal.Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar dipelopori oleh sekelompok peneliti dan aktivis lingkungan, antara lain Profesor Hariadi Kartodihardjo (Guru Besar Kebijakan Lingkungan IPB), Roy Murtadho (peneliti agraria dan lingkungan), Noer Fauzi Rachman (peneliti agraria), serta Siti Barokah (aktivis perempuan).
Pesantren yang berlokasi di Kabupaten Bogor ini telah menerima santri yang bermukim sejak 2019. Pada 2020, pesantren ini secara resmi berada di bawah legalisasi Yayasan Hamalatul Ardhi al Murtadho. Pesantren ini berada di bawah asuhan langsung pasangan Roy Murtadho dan Siti Barokah.
2. Pondok Pesantren Nurul Jadid
Pondok Pesantren Nurul Jadid yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ini terbilang pesantren tua. Dirintis oleh KH Zaini Mun’im, cikal bakalnya telah ada sejak 1948. Pengasuh pesantren ini telah berganti secara turun-temurun. Saat ini orang yang mengasuh lembaga pendidikan islam tersebut adalah KH. Moh. Zuhri Zaini.Pesantren Nurul Jadid bertujuan membentuk pribadi saleh, mandiri, berilmu, berjuang, dan berbakti kepada agama, masyarakat dan bangsa. Dengan tujuan tersebut, pesantren ini menyelenggarakan pendidikan formal mulai tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.
Di sisi lain terdapat wadah atau badan otonom untuk belajar bahasa asing, hafalan Al-Qur'an, lembaga kajian kitab kuning, lembaga bahtsul masail, lembaga kajian falakiyah, lembaga kajian konservasi lingkungan hidup, dan kelompok kajian bidang filsafat.
3. Pesantren Krapyak
Pesantren Krapyak, yang didirikan oleh KH M. Munawir pada 1911, adalah pesantren pelopor tahfiz Al-Qur'an pertama di Indonesia, yang beralamat di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tidak terbatas bagi tahfiz, seiring berkembangnya waktu, terutama saat kepemimpinan pesantren beralih pada KH Ali Maksum, Pesantren Krapyak mulai membuka kesempatan untuk mengkaji ilmu-ilmu keislaman lain, khususnya literatur Islam klasik.Pesantren Krapyak yang berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia telah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti Gus Dur, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Buchori Masruri, KH Cholil Staquf dan lainnya. Saat ini, Pesantren Krapyak pun semakin berkembang dan sudah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan hingga perguruan tinggi. Kepemimpinan pesantren pun sudah berada di tangan generasi cucu yakni KH R. Muhammad Najib.
4. Pondok Pesantren Waria Al-Fatah
Pondok Pesantren Waria Al-Fatah diinisiasi oleh Shinta Ratri. Dia mendirikan Pondok Pesantren Al-Fatah dengan tujuan mewadahi dan menampung kaum waria yang ingin belajar keislaman.Keberadaan pesantren ini bermula dari tragedi gempa yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006. Lantas, berkat dukungan Kiai Hamroli dan Mariana, teman transpuan Shinta, Pesantren Al Fatah resmi berdiri pada 2008. Aktivitas di pesantren ini sama seperti pesantren pada umumnya yakni mengaji, mengulas tafsir Alquran, salat berjamaah, dan kegiatan ibadah lainnya.
Penggagas sekaligus pendirinya, Shinta Ratri, telah berpulang pada awal Februari 2023.
5. Pondok Pesantren Dar Al-Fikr
Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Fikr di Cirebon ialah Dr. (Hc). KH. Husein Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Husein. Ia dikenal sebagai sosok kiai feminis. Kiprahnya dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan tak hanya dilakukan di dunia pesantren. Dia pernah menjabat Komisioner Komnas Perempuan periode 2007-2009 dan 2009-2012.Tak hanya itu, Buya Husein mendirikan Yayasan Fahmina yang berfokus pada kajian perempuan. Ia pun memegang peranan penting dalam forum Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Pesantren yang diasuhnya menerima santri dengan beragam latar usia, termasuk yang sudah tidak lagi menempuh pendidikan formal.
6. Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy
Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy didirikan oleh KH Muhammad dan Nyai Hj. Masriyah Amva pada 20 November 1993. Sejak 2006, pengasuh Pesantren Kebon Jambu digantikan oleh Ny. Hj. Masriyah Amva, menggantikan sang suami yang telah meninggal dunia.Pondok Pesantren Kebon Jambu terkenal dengan program unggulan ekstrakurikuler seperti seni qiraat Al-Qur'an, seni dakwah, seni kaligrafi, seni selawat, seni rebana, seni bela diri, dan masih banyak lagi. Dalam kurun satu dasawarsa, pesantren ini telah menyelenggarakan program pendidikan dasar tingkat SMP, Paket C, Madrasah Aliyah, dan sebagainya. Program pendidikan di pesantren ini juga telah disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional.
7. Pondok Pesantren Darunnajah
Pondok Pesantren Darunnajah merupakan bagian dari Yayasan Darunnajah Ulujami, Jakarta Selatan. Saat ini, Pondok Pesantren Darunnajah memiliki 20 cabang dan 64 satuan pendidikan yang tersebar di Sumatra, Tangerang, Bogor, Jakarta, dan Banten.Cikal bakal pondok pesantren ini dirintis oleh KH Abdul Manaf Mukhayyar pada 1942. Setelah melalui perjalanan panjang, bersamaan dengan mendirikan banyak cabang, pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan dari jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi. Dikutip dari situs web resminya, pesantren ini tidak berafiliasi dengan partai politik atau organisasi apapun. Motto yang diusung mereka adalah "Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan".
8. Pondok Pesantren Tebuireng
Pondok Pesantren Tebuireng yang berdiri pada 1 Juni 1914 di Jombang, Jawa Timur. Pendirinya adalah KH Hasyim Asy’ari, ulama kenamaan Indonesia dan termasuk salah satu pendiri NU. Pesantren ini terbilang menjadi pelopor berdirinya pesantren di Indonesia.Pesantren Tebuireng saat ini telah memiliki banyak cabang yang tersebar di Jawa, bahkan hingga Sumatra dan Sulawesi. Pesantren ini juga menyelenggarakan unit pendidikan yang lengkap dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Salah satu keunggulan Pesantren Tebuireng tentu saja latar belakang sejarahnya, yang berakar dari KH Hasyim Asy'ari. Alumni pondok yang beralamat di Jombang ini juga mentereng, kebanyakan berkiprah di NU dan menjadi kiai besar. Salh satunya adalah Kiai Moh. Ashiem.
9. Pondok Pesantren Tambakberas
Perintis Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, merupakan kakek dari KH Hasyim Asy’ari yakni KH Abdus Salam atau sering dikenal sebagai Mbah Soihah. Pesantren ini didirikan pada masa penjajahan Belanda, tepatnya tahun 1838.Pesantren yang memiliki ribuan santri ini menyelenggarakan pendidikan formal, mulai dari jenjang usia dini hingga pendidikan tinggi, termasuk sekolah tinggi kesehatan. Hingga saat ini, jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sudah lebih dari 11 ribu.
10. Pondok Pesantren Lirboyo
Pondok Pesantren Lirboyo didirikan pada 1910 Masehi, oleh KH Abdul Karim. Saat ini, kepemimpinan Pesantren Lirboyo berada di salah satu tangan cucunya, KH M. Anwar Manshur. Santri Lirboyo tercatat turut andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, salah satunya pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.Saat ini, Pesantren Lirboyo telah memiliki sejumlah cabang yakni Cabang Pagung (Kediri), Cabang Turen (Malang), Cabang Bakung (Blitar), Cabang Santren (Blitar) dan Cabang Majalengka. Metode pendidikan yang diterapkan di Lirboyo adalah ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Adapun, pengajian kitab di pesantren ini menerapkan dua sistem yaitu sorogan dan bandongan.
Sorogan adalah pendekatan belajar individual masing-masing santri dengan sang kiai. Sementara itu, bandongan artinya belajar menyimak pembacaan kitab secara kolektif alias bersama-sama santri lainnya.
11. Pondok Modern Darussalam Gontor
Perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor dimulai oleh Kiai Ageng Hasan pada abad ke-18. Sistem pendidikan Gontor kemudian diubah ke arah modern saat berada di bawah pimpinan generasi keempat yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi.Pondok Modern Darussalam menyelenggarakan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pondok ini juga telah memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk luar Jawa.
Secara garis besar, tujuan pendidikan dan pengajaran di Gontor adalah pendidikan kemasyarakatan, kesederhanaan, tidak berpartai (tidak ada afiliasi dengan partai) dan menuntut ilmu karena Allah.
12. Pondok Pesantren Sidogiri
Pondok Pesantren Sidogiri terletak di Sidoarjo, Jawa Timur. Pesantren ini termasuk lembaga pendidikan salaf yang fokus pada pembekalan akidah, syariat, dan akhlak ahlussunnah wal jamaah. Adalah Sayyid Sulaiman yang pertama kali menggagas pendirian pesantren ini pada 1745 Masehi atau 1158 Hijriah.Pesantren ini mengusung pendekatan pendidikan klasikal. Pendidikan klasikal yang menjadi ciri khas pesantren ini dibentuk pada era pengasuhan KH Abdul Djalil pada 1357 Hijriah atau 1938 Masehi.
Semua kegiatan pembelajaran berpusat pada Madrasah Miftahul Ulum (MMU). MMU terdiri dari empat jenjang yakni tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah. Materi yang diajarkan di MMU adalah pelajaran ilmu agama dengan menggunakan kitab-kitab karangan ulama salaf sebagai materi utamanya. Di kelas-kelas tertentu, ilmu sosial dan eksak tetap diajarkan sebagai pendukung ilmu-ilmu agama.
13. Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin
Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan, Banten, memiliki perbedaan signifikan dengan pondok pesantren konvensional. Pondok pesantren ini adalah lembaga pendidikan agama yang khusus bagi tunanetra.Sejak 1996, Yayasan Raudlatul Makfufin telah mengembangkan Al-Qur'an braille. Pencetakannya secara masif dimulai pada tahun 2000. Utamanya Al-Qur'an tersebut digunakan dalam proses pembelajaran di lembaga ini.
Selain aspek pendidikan agama dan pengetahuan teoritis, pesantren ini juga mengajarkan bidang keterampilan seperti membuat kerajinan tangan, bahasa asing, dan lainnya.
14. Pondok Pesantren Ar Raudlatul Hasanah
Pondok Pesantren Ar Raudlatul Hasanah, yang berada di Medan, Sumatera Utara, didirikan oleh lulusan Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo. Pesantren yang berdiri pada 1982 ini telah resmi diwakafkan pada 1986. Sejak saat itu pesantren ini mulai membuka program Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (pendidikan formal pesantren) atau KMI.Pesantren ini menggunakan kurikulum KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dengan beberapa penyesuaian. Berdasarkan kurikulum tersebut, santri dijatah masa studi maksimal enam tahun bagi tamatan SD/MI untuk program reguler, serta empat tahun bagi tamatan SLTP/MTs dalam program intensif. Dalam kurikulum KMI diupayakan terwujudnya keseimbbangan dan perpaduan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum.
15. Pondok Pesantren Musthafawiyah
Pondok Pesantren Musthafawiyah terletak di Desa Purba Baru, Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Selatan. Pesantren ini merupakan salah satu pesantren tertua di pulau Sumatra dengan usia sekitar satu abad dan telah mencetak banyak ulama Indonesia.Pesantren ini didirikan oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily pada 12 November 1912. Sistem pendidikan di pesantren ini mengambil empat tingkatan tajhijiyah (3 tahun), ibtidaiyah (4 tahun), tsanawiyah (3 tahun), dan aliyah (2 tahun). Mata pelajaran yang ditawarkan di pesantren ini adalah 80 persen pelajaran agama Islam dan 20 persen pelajaran umum.
16. Pesantren Ekologi Ath-Thaariq
Pesantren Ekologi Ath-Thaariq terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pesantren ini merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam unik berbasis agroekologi yang berfokus pada pengolahan pertanian dan perkebunan ramah lingkungan untuk mewujudkan kedaulatan serta kemandirian pangan masyarakat.Pesantren ini didirikan oleh pasangan suami istri sekaligus aktivis agraria, KH Ibang Lukman Nurdin dan Nyai Nissa Wargadipura, pada akhir tahun 2008. Sistem pendidikan di pesantren ini mengintegrasikan kurikulum agama Islam dengan pembelajaran bertani tradisional, pengolahan benih organik (open pollinated organic seed), pembuatan obat herbal, hingga pengelolaan bisnis hasil panen. Pendirian pesantren ini bertujuan untuk membangun pusat pengetahuan pertanian yang mengajarkan kedaulatan pangan, merawat ekosistem alam, serta membentuk santri yang berjiwa sosial, mandiri, dan peduli terhadap keberlangsung hidup bumi berdasarkan prinsip rahmatan lil 'alamin.
17. Pesantren Syafi'iyah Salafiyah Seblak
Pondok Pesantren Syafi'iyah Salafiyah Seblak terletak di Dusun Seblak, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini merupakan salah satu pelopor lembaga pendidikan Islam berbasis kesetaraan gender dan pembaharuan iklim intelektual kritis yang dikenal luas atas keunggulannya dalam pengajaran spesialisasi Ilmu Falak serta tradisi keilmuan madrasah yang kuat di wilayah Jombang.Pesantren ini didirikan oleh putri Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, bersama suaminya, KH M. Ma'shum Ali, pada tahun 1921 Masehi. Sistem pendidikan di pesantren ini memadukan pengajaran kitab kuning bermadzhab Syafi'i, seperti kajian fikih, tafsir, dan astronomi Islam, dengan jenjang formal yang terstruktur di bawah Yayasan Khoiriyah Hasyim mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah. Pendirian pesantren ini ditujukan untuk membuka akses luas pendidikan keagamaan bagi kaum perempuan, melatih ketrampilan santri, mendorong nalar berpikir kritis yang progresif, serta mencetak generasi umat yang mandiri, berakhlak mulia, dan berpandangan terbuka tanpa melupakan akar tradisi pesantren salaf.
18. Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah
Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah terletak di Jalan Bima, Dusun Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Pesantren ini merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam inklusif yang dikenal pelopor dalam menerapkan kurikulum berbasis kesetaraan dan keadilan gender, terintegrasi dengan pendidikan vokasi, serta memiliki unit usaha mandiri untuk membentuk santri yang berkarakter, mandiri, dan berwawasan luas.Pesantren ini didirikan oleh KH Muhammad Zoemri RWS bersama istrinya, Hj. Lathifah Zoemri, pada tahun 1986 di bawah naungan Yayasan Al Falah. Sistem pendidikan di pesantren ini memadukan kajian kitab kuning bermetode bandongan, program tahfiz Al-Qur'an, pendidikan gender (seperti kajian kitab Sittin Al-‘Adliyah dan Al Busyro).
19. Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an
Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) terletak di Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah Kudus. Pesantren ini merupakan salah satu pusat pendidikan tahfidh Al-Qur'an terkemuka di Indonesia yang diakui secara nasional atas standar keabsahan sanitasi bacaan, pembentukan karakter Qur'ani, serta menjadi rujukan utama pembelajaran Qira'ah Sab'ah.Pesantren ini berakar dari pengajian Al-Qur'an yang dirintis oleh ulama kharismatik KH M. Arwani Amin sejak tahun 1942, sebelum berkembang menjadi lembaga pesantren formal dan dilanjutkan oleh penerusnya seperti KH Ulin Nuha Arwani dan KH Ulil Albab Arwani.
Sistem pendidikan di PTYQ mengintegrasikan program tahfidh intensif 30 juz menggunakan Metode Yanbu'a bertuliskan Arab Pegon, kajian Madrasah Diniyyah Qur'aniyyah berbasis kitab salaf, serta sekolah formal (SMPQT, SMAQT, MTs, hingga MA).
20. Asrama Perguruan Islam (API) Salaf Tegalrejo
Asrama Perguruan Islam (API) Salaf Tegalrejo berlokasi di Desa Krajan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lembaga ini merupakan salah satu poros utama pesantren salaf di Jawa Tengah yang dikenal luas atas tradisi spiritualnya yang kuat dan sejarah panjangnya dalam mencetak tokoh nasionalPesantren ini didirikan pada 15 September 1944 oleh ulama karismatik KH Chudlori. Pemilihan nama "Asrama Perguruan Islam" yang menggunakan bahasa Indonesia dirancang agar lembaga ini terasa dekat dengan masyarakat. Kepemimpinan pesantren kini dilanjutkan oleh putra beliau, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). Dalam perjalanannya, Tegalrejo tercatat menjadi tempat menimba ilmu bagi Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sistem pendidikan di Tegalrejo terbagi ke dalam beberapa unit pengajaran. API Salaf Pusat berfokus pada pendalaman kitab kuning secara murni. API Putri (APIP) melayani santri perempuan, sementara API Asri di bawah Yayasan Syubbanul Wathon menaungi santri yang menempuh pendidikan formal dari jenjang SMP, MTs, SMA, hingga SMK. Santri tidak hanya dibekali keilmuan agama secara mendalam, tetapi juga dilatih melalui tradisi riyadhah atau olah batin, seperti puasa ngrowot dan mujahadah, guna membentuk karakter yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia.
Jika anda ingin mengetahui informasi seputar Pondok Pesantren dapat klik tautan di bawah ini.
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id






































