Menuju konten utama

Polri: Terduga Teroris Magetan Bagian dari Jamaah Islamiyah

Terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 di MAgetan, Jawa Timur, diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah. Ia berperan sebagai penyedia logistik untuk operasi teror.

Polri: Terduga Teroris Magetan Bagian dari Jamaah Islamiyah
Personel Brimob menjaga rumah terduga anggota jaringan teroris, Gatot Witono saat dilakukan penggeledahan oleh tim Densus 88, di Magetan, Jawa Timur, Selasa (25/10). Tim Densus 88 menangkap terduga teroris, Gatot Witono dilanjutkan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti di rumahnya. ANTARA FOTO/Siswowidodo.

tirto.id - Kadivhumas Polri Irjen Polisi Boy Rafli Amar menyampaikan bahwa terduga teroris Gatot Wiyono (GW) yang ditangkap Densus 88 di Magetan, Jawa Timur, pada Selasa, (25/10/2016) diduga adalah bagian dari sel Jamaah Islamiyah.

Irjen Boy mengungkapkan, GW berperan sebagai penyuplai logistik untuk aksi teror di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Dia (Gatot) ini perannya sebagai penyimpan logistik yang mendukung aksi teror seputaran Jateng dan Jatim," paparnya.

Menurut Boy, GW sudah diincar tim Densus 88 sejak 3 tahun terakhir. GW terkenal sebagai buronan yang sulit diendus karena selalu berpindah-pindah lokasi persembunyian.

Pada Selasa lalu, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggerebek rumah terduga teroris di Jalan Hasanudin, Kelurahan Selosari, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Penangkapan GW dimulai sejak pukul 07.30 dan berlangsung hingga siang hari. Namun, selama penggerebekan tidak ada pihak berwenang yang memberikan konfirmasi terkait penangkapan terduga teroris tersebut.

"Kami hanya bertugas mengamankan lingkungan sekitar penangkapan," ujar Kapolsek Magetan AKP Agus Suprijanto kepada wartawan saat penangkapan berlangsung.

GW akhirnya berhasil diamankan beserta beberapa barang bukti. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Agus Rianto memaparkan, aparat menemukan sejumlah barang bukti terkait dengan indikasi bahan bom rakitan, yakni potongan pralon 30 cm sebanyak enam buah, potongan pipa kecil 15 cm yang biasa digunakan untuk casing detonator.

"Ada juga plastik berisi arang, buku panduan elektronika, kaleng berisi gula batu, baterai alkaline dua buah, korek api empat buah, dan lima HP," papar Agus Rianto.

Selanjutnya, untuk barang bukti senjata tajam ditemukan berupa parang dua buah, celurit dua buah, golok empat buah, dan pisau dapur satu buah.

Aparat juga menyita sejumlah buku, di nataranya buku "Melacak Jejak Thagut", buku survival "Teknik Bertahan Hidup", buku "Malaikat Turun di Afganistan", buku Al qa'qa bin Amru.

Turut disita pula sebuah buku rekening bank tiga buah, rompi pelindung beladiri dua buah, samsak tangan untuk latihan beladiri, satu unit CPU, dan kaset pita tape recorder tiga buah.

Selama penggerebekan di rumah Gatot Witono, tim Detasemen Khusus Polri didampingi oleh Kepolisian Resor Kota Besar Surakarta dan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Gatot dikenal sebagai pengusaha kulit di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan. Istrinya seorang dokter yang dahulunya bertugas di RSUD dr. Sayidiman Magetan dan sekarang hanya praktik di rumah dan klinik bersama di Magetan.

Sebelumnya diberitakan, penggerebekan dan penangkapan terduga teroris tersebut merupakan pengembangan dari wilayah Solo. Bahkan petugas yang mendampingi tim Densus 88 di lokasi setempat, semuanya berasal dari Polrestabes Surakarta dan Brimob Polda Jawa Tengah.

Baca juga artikel terkait TERORIS atau tulisan lainnya dari Putu Agung Nara Indra

tirto.id - Hukum
Reporter: Putu Agung Nara Indra
Penulis: Putu Agung Nara Indra
Editor: Putu Agung Nara Indra