tirto.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengungkapkan tersangka penyekapan dan penganiayaan berat, Taufik Hidayat (30), memiliki karakter temperamental. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan yang mencakup kondisi fisik, psikologis, serta penelusuran riwayat pelaku.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan sifat tersebut telah terlihat sejak Taufik masih tinggal bersama keluarganya. Keterangan itu diperoleh penyidik setelah memeriksa kedua orang tua tersangka.
"Ini tersangka temperamental. Kami memeriksa orang tuanya, jadi beberapa kali [naik pitam], kalau yang bersangkutan itu sesuatunya tidak dipenuhi," ucap Rudi saat menggelar konperensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (27/6/2026).
Menurut Rudi, orang tua tersangka juga menceritakan salah satu peristiwa ketika Taufik meluapkan emosinya kepada sang ayah karena tidak mendapatkan makanan yang diinginkan.
"Bapaknya dicari ke sawah itu dan dipukul. Ini perilakunya jadi kita bisa menyimpulkan memang temperamental, emosional," ucap Rudi.
Selain faktor kepribadian, penyidik juga menemukan sejumlah kondisi yang diduga memicu ledakan emosi tersangka. Di antaranya kebiasaan mengonsumsi obat-obatan serta pekerjaannya sebagai debt collector yang kerap menghadapi tekanan di lapangan.
Rudi menduga tekanan dari pekerjaannya tersebut kerap dilampiaskan kepada korban, YTR (29), selama korban mengalami penyekapan dan penganiayaan.
"Jadi pekerjaannya adalah seorang debt collector. Mungkin kalau mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan, ya salah satu kecocokan, pelampiasannya yang sepertinya korban. Itu yang dilakukan," jelas Rudi.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































