Menuju konten utama

Polisi Klaim Ada Pihak Janjikan Rp200 Ribu ke Pelajar Ikut Demo

Polisi menyebut iming-iming imbalan itu juga diberikan kepada orang dewasa yang mau berkontribusi mengikuti aksi demonstrasi.

Polisi Klaim Ada Pihak Janjikan Rp200 Ribu ke Pelajar Ikut Demo
Suasana aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

tirto.id - Polda Metro Jaya mengungkap bahwa anak-anak yang mengikuti demonstasi di Jakarta diiming-imingi uang oleh para provokator. Mereka juga dipastikan keamanannya saat mengikuti sejumlah aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh beberapa hari yang lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan iming-iming imbalan itu juga diberikan kepada orang dewasa yang mau berkontribusi mengikuti aksi demonstrasi.

"Jadi ada juga beberapa pihak yang masih dilakukan pendalaman terkait memberikan iming-iming imbalan uang dengan rentang nominal Rp62.500 hingga Rp200.000 bagi anak-anak dan dewasa yang mau hadir melakukan aksi," ucap Ade di Polda Metro Jaya, Selasa (2/9/2025) malam.

Dijelaskan Ade, anak di bawah umur yang sempat diamankan oleh Satgas Anti Anarkis Polda Metro Jaya mengaku memang tergerak karena ajakan di media sosial melalui poster dengan berbagai keterangannya. Poster itu mengajak mereka melawan bersama hingga akhirnya terjadi kericuhan dan membahayakan anak-anak.

Kanit 2 Subdit Kamneg Dittipidum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya, menambahkan bahwa salah satu akun yang diikuti anak-anak tersebut dan berhasil menghasut adalah Tiktok @T. Akun tersebut saat dilakukan analisis oleh tim penyidik diketahui bahwa memiliki jumlah pengikut terbanyak di usia anak di bawah umur.

"Dari hasil pemeriksaan kami, anak-anak yang diamankan di tanggal 25 kembali datang di tanggal 28," ujar Gilang.

Gilang juga menyatakan akun TikTok @Figha milik tersangka menjadi pemicu lain kehadiran anak-anak dalam aksi demonstrasi. Akun tersebut menyiarkan langsung kondisi di lapangan dan mengajak banyak anak-anak turut serta.

"Di mana akun live tersebut mendapatkan afiliasi ataupun ter-post sampai hingga 10 juta penonton. Sehingga itu yang mengakibatkan datangnya anak-anak. Kenapa? Karena akun TikTok lebih didominasi oleh anak-anak," tutur Gilang.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto