tirto.id - Tim gabungan Polres Metro Jakarta Utara bersama dengan Polda Metro Jaya dibentuk untuk mengusut pengirim pesan teror bom ke sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Teror tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp sekolah oleh nomor Nigeria.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz mengungkap tim gabungan terdiri dari jajarannya, Direktorat Reserse Kriminal Umum, serta Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Tim ini disebut Erick masih mendalami asal usul ancaman tersebut.
“Kami akan terus mendalami kasus ini secara komprehensif dengan dukungan tim gabungan lintas satuan. Semua langkah kami tempuh untuk memastikan keamanan masyarakat,” tutur Erick dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (9/10/2025).
Di sisi lain, Erick memastikan situasi di kawasan Jakarta Utara dalam keadaan aman dan terkendali. Dia pun meminta agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak mengkhawatirkan keamanan sekitar karena adanya isu teror bom ini.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kata Erick, polisi telah menempatkan personel baik terbuka maupun tertutup di sekitar lokasi. Dia juga memastikan aparat kepolisian siaga penuh selama 24 jam untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tenang. Polri hadir di lapangan, siaga 24 jam untuk memastikan keamanan. Silakan tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkap Erick.
Diketahui, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko, mengatakan pihaknya tengah mendalami terkait pemberi pesan tersebut. Sejauh ini, diketahui bahwa pelaku meminta pihak sekolah mengirim tebusan melalui aset crypto atau uang digital sebesar 30 ribu dolar Amerika Serikat (AS).
“Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address, nah dari pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kripto. Sedang dilakukan,” ujar Seto.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































