tirto.id - Polemik masih berlanjut terkait salah satu jadwal pertandingan Liga Spanyol (LaLiga) 2025/2026 pekan 17, antara Villarreal vs Barcelona, yang rencananya akan digelar di Miami, Amerika Serikat.
Update terbaru, pada Senin lalu (11/8/2025) Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) merilis keputusan bahwa mereka bakal memindahkan laga antara Villarreal vs Barcelona ke Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diperoleh selepas RFEF mendapat persetujuan resmi dari pihak manajemen kedua klub, Villarreal dan Barcelona.
Namun demikian keputusan ini belum sepenuhnya final, lantaran pihak RFEF masih harus mendapat persetujuan dari otoritas sepak bola Eropa (UEFA) dan FIFA. Dalam keterangannya, pihak RFEF bakal mengikuti regulasi pertandingan sesuai aturan FIFA.
Sebagian suporter Barcelona, Villarreal, serta kelompok suporter sepak bola Spanyol (FASFE) menolak rencana jadwal LaLiga di luar Spanyol. Penolakan juga muncul dari rival abadi Barca, yakni Real Madrid.
El Real berpegang bahwa FIFA punya regulasi yang tidak memperbolehkan pertandingan liga domestik digelar di luar wilayah federasi yang bersangkutan.
Pasalnya hal ini berpeluang menyulitkan penggemar di wilayah asal, untuk menghadiri pertandingan home maupun away.
Pertandingan liga domestik umumnya menggunakan sistem round-robin 2 putaran, yang menganut semangat kesetaraan laga kandang dan tandang (home-away).
Keputusan RFEF yang akan memindahkan salah satu pertandingan liga domestik ke luar negeri, berpeluang mencederai semangat kesetaraan home-away tersebut.
"Real Madrid ingin menyampaikan kepada para anggota dan pendukung klub, serta penggemar umum, tentang penolakan tegas terhadap proposal memainkan laga pekan 17 LaLiga antara Villarreal dan Barcelona di luar Spanyol,” tulis penyataan Real Madrid.
“Langkah ini diambal tanpa pemberitahuan dan konsultasi kepada klub-klub yang berpartisipasi di kompetisi. Ini melanggar prinsip timbal balik teritorial yang menjadi dasar format liga 2 putaran (home-away), berpeluang mengganggu keseimbangan kompetitif dan memberi keuntungan yang tidak semestinya kepada klub pemohon,” imbuh El Real.
Real Madrid berpegang kepada integritas kompetisi yang harus memposisikan semua pertandingan dimainkan dalam kondisi setara bagi semua tim. Menggelar liga domestik di luar negeri berpeluang merusak legitimasi hasil dan kompetisi itu sendiri.
Terlepas dari itu, rencana RFEF menggelar salah satu pertandingan LaLiga di luar negeri juga didorong oleh adanya kesepakatan FIFA dengan pihak Relevent Sports di Amerika Serikat, pada April 2024 lalu.
Kesepakatan tersebut dinilai bisa mendorong FIFA untuk mempertimbangkan ulang soal peluang menggelar liga domestik di luar negeri. Layak ditunggu seperti apa keputusan UEFA dan FIFA, terkait proposal yang diajukan oleh pihak RFEF.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id




























