Menuju konten utama

PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 55,3, Rekor Tertinggi per Mei

PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis IHS Markit tembus level 55,3 pada Mei 2021. Capaian ini naik signifikan dibanding April yang berada di posisi 54,6.

PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 55,3, Rekor Tertinggi per Mei
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berjalan meninggalkan gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian usai menghadiri Rapat Koordinasi pembahasan tentang pangan di Jakarta, Rabu (18/12/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd.

tirto.id - Tingkat ekspansi di sektor manufaktur Indonesia mencapai rekor baru pada Mei 2021. Hal ini tercermin dari catatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh IHS Markit, menembus level 55,3.

Capaian tersebut naik signifikan dibanding April 2021 yang berada di posisi 54,6, di mana angka PMI di atas angka 50 mencerminkan sektor industri sedang ekspansif. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun senang dengan capain tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada para pelaku industri di tanah air yang masih agresif menjalankan usahanya di tengah dampak pandemi Covid-19 saat ini. Pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim bisnis yang kondusif melalui berbagai kebijakan strategis," kata Agus lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Posisi ekspansi tersebut ditandai dengan permintaan baru, output, dan pembelian yang naik pada tingkat yang belum pernah terjadi selama 10 tahun sejarah survei. Bahkan, aspek ketenagakerjaan kembali tumbuh setelah 14 bulan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas operasional yang semakin meningkat.

Tidak hanya itu, PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima tahun ini di atas PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 51,8. Di tingkat regional ini, PMI manufaktur Indonesia mengungguli PMI manufaktur Vietnam (53,1), Malaysia (51,3), Singapura (51,7), Filipina (49,9), dan Thailand (47,8). Bahkan, PMI manufaktur Indonesia juga memimpin dibanding PMI manufaktur Korea Selatan (53,7), Jepang (53,0), China (52,0), dan India (50,8).

Agus menyatakan terjadinya peningkatan PMI manufaktur Indonesia menandakan bahwa sektor industri sudah mulai bangkit, yang akan mendorong laju roda ekonomi nasional dalam kondisi pulih.

“Tidak hanya kembali memecahkan rekor, kami optimistis bahwa kenaikan PMI manufaktur Indonesia ini juga menunjukkan pertumbuhan industri pada triwulan II tahun 2021 akan kembali positif,” ujar dia.

Agus menegaskan capaian kinerja gemilang dari sektor industri tersebut merupakan buah dari kebijakan yang sudah berada di jalur yang benar (on the right track). “Pemerintah terus menyelaraskan instrumen-instrumen kebijakan agar dapat mendukung para pelaku industri dalam berusaha secara optimal,” kata dia.

Selain itu, kebijakan insentif yang telah digulirkan pemerintah tidak hanya memberikan fasilitas kepada pelaku usaha, tapi juga mampu membentuk demand dari masyarakat, sehingga penggunaan produk industri nasional dapat pasar kembali.

Contohnya adalah pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP), yang telah berhasil meningkatkan penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) hingga 150 persen.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu. Ia menyatakan PMI Manufaktur Indonesia yang pada Mei 2021 kembali mencatatkan rekor tertinggi yaitu di level 55,3 menunjukkan pemulihan terus berlanjut.

“Ini menunjukkan terjadinya ekspansi selama tujuh bulan berturut- turut,” kata dia, di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Angka tersebut meningkat dari rekor sebelumnya di level 54,6 pada April 2021 dan merupakan rekor survei tertinggi dalam tiga bulan berturut-turut. Momentum ekspansi ini menggambarkan kenaikan output, permintaan baru, dan pembelian, serta ketenagakerjaan yang kembali tumbuh setelah 14 bulan terkontraksi.

Menanggapi hasil survei PMI manufaktur Indonesia pada Mei ini, Jingyi Pan selaku Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit mengatakan secara keseluruhan, perusahaan tetap optimistis mengenai output pada masa mendatang, dengan harapan kondisi Covid-19 membaik.

“Sangat penting bahwa situasi pandemi terus terkendali, khususnya dengan wabah yang meluas di wilayah Asia dan pasca-liburan Idulfitri, agar tidak menggagalkan pemulihan yang sedang berlangsung,” kata dia.

Menurut IHS Markit, PMI Manufaktur Indonesia di posisi 55,3 pada Mei 2021 adalah tertinggi selama tiga bulan berturut-turut. Hal ini juga menandakan kondisi bisnis telah menguat dalam tujuh bulan belakangan.

Dua komponen terbesar indeks headline, yaitu output dan permintaan baru, merupakan kontributor utama dalam peningkatan rekor PMI manufaktur Indonesia pada Mei.

Di samping itu, IHS Markit juga melaporkan waktu pengiriman dari pemasok diperpanjang selama enam belas bulan berturut-turut karena kendala pasokan berlanjut di tengah-tengah kondisi cuaca yang buruk, kurangnya bahan baku, dan masalah pengiriman seputar pandemi COVID-19.

Dengan adanya kesulitan bahan pokok yang berlanjut, stok pembelian dan barang jadi terus menipis guna memenuhi kenaikan permintaan yang dialami produsen Indonesia.

Terkait hal tersebut, Menperin Agus akan memastikan kendala logistik di lapangan dapat segera teratasi. "Arus bahan baku di dalam dan luar negeri yang masuk ke Indonesia akan jadi perhatian. Untuk itu, kami akan koordinasi dengan stakeholder agar arus bahan baku itu dapat berjalan dengan baik, terutama terkait penyediaan kontainer untuk pengiriman ke luar negeri,” kata dia.

Dalam rangka penataan Ekosistem Logistik Nasional tersebut, sedikitnya ada tiga hal utama yang perlu mendapat perhatian. Pertama, kolaborasi layanan pemerintah dengan platform logistik swasta. Kedua, regulasi yang efisien dan standar layanan yang prima. Ketiga, dibutuhkan strategi penataan yang tepat.

Di sisi lain, Kemenperin mendorong akselerasi pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong guna mendorong para pekerja di sektor industri bisa bekerja lebih produktif lagi. Upaya ini diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga artikel terkait PMI MANUFAKTUR

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz