PLN Mulai Lakukan Konversi LPG ke Kompor Listrik di Solo dan Bali

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 15 Sep 2022 12:48 WIB
Dibaca Normal 1 menit
PLN sedang melakukan realisasi program migrasi gas LPG ke kompor listrik. Proyek migrasi ini mulai dilakukan di Solo, Jawa Tengah dan Bali.
tirto.id - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Darmawan Prasodjo menjelaskan pihaknya saat ini tengah bersiap untuk melakukan realisasi program migrasi gas LPG ke kompor listrik. Proyek migrasi ini mulai dilakukan di Solo, Jawa Tengah dan Bali.

"Untuk itu kami melakukan 2 lokasi uji klinis yaitu di Solo 1.000 kompor induksi dan 1.000 lagi di Bali," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9/2022).

Lebih lanjut, dia menuturkan seluruh masyarakat yang akan diberikan kompor induksi gratis di dua wilayah tersebut sudah setuju untuk kompor mereka diganti induksi. Hal tersebut terjadi setelah pihaknya melakukan sosialisasi bahwa penggantian kompor induksi tidak membuat biaya tagihan listrik bengkak di kemudian hari.


"Tidak ada pelanggan yang menolak karena kekhawatiran mereka di awal adalah soal tambah daya, kami sampaikan ini jalur khusus untuk kompor induksi jadi nanti tagihan listrik sama sekali gak berubah kami tidak mengubah 450 VA – 900 VA, kalau 450 VA ya 450 VA," bebernya.

Dia menekankan biaya yang dibayarkan tidak akan melonjak. Hal itu jika warga tersebut masuk daftar DTKS maka listrik tetap disubsidi oleh pemerintah.

"Jadi biaya konsumsi tabung itu ada yang Rp36,000 ada Rp40.000 [2 tabung/bulan]. Kami menyampaikan ke masyarakat tidak usaha khawatir dengan watt-nya. Ga usah khawatir yang penting biaya listrik buat masak akan murah dibanding pengeluaran pembelian gas 3 kg," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan banyak persiapan dan pengadaan seperti survey konsumen sampai penggantian MCB, karena kompor induksi akan menggunakan jalur yang sedang dipersiapkan. Selain itu pihaknya juga tengah mempersiapkan kompor induksi untuk diserahkan ke masyarakat.

"Ini adalah kami bangun induksi stuff digital service. Kami melakukan modeling konsumen pelanggan kami yang akan memasang masuk dalam program. Kami melakukan survey penggantian MCB jalur khusus penyerahan kompor dan peralatannya. Kemudian kami melakukan baca kwh meter ini memang sudah kami lakukan operasional di lapangan ya. Dengan petugas catat meter 55 ribu personel dan kami melakukan billing," tandasnya.




Baca juga artikel terkait KONVERSI KOMPOR LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight