Menuju konten utama

Pigai Tak Terima Masuk Survei Menteri yang Harus Kena Reshuffle

Natalius Pigai meminta kepada para lembaga survei untuk tidak lagi menyampaikan kritik hingga dia menyelesaikan jabatannya di kabinet Prabowo-Gibran.

Pigai Tak Terima Masuk Survei Menteri yang Harus Kena Reshuffle
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (ketiga kiri) bersama Wakil Menteri HAM Mugiyanto (ketiga kanan) dan jajaran memberikan keterangan pers menyikapi situasi terkini terkait aksi unjuk rasa di berbagai daerah, di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (2/9/2025). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

tirto.id - Menteri HAM, Natalius Pigai, merasa yakin dirinya masih mampu bekerja sebagai menteri hingga berakhirnya Kabinet Merah Putih. Hal ini merespons soal adanya hasil survei yang menyebut bahwa dia harus di-reshuffle dari kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Emang mereka yang kerja? Pemerintahan lima tahun Natalius yang kerja. Kalau mau minta reshuffle yang lain aja lah," kata Pigai dalam acara Hari Bhakti Kementerian Hak Asasi Manusia ke-1 dan Kick Off Menuju Hari HAM sedunia, di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Dia mengklaim telah memiliki andil dalam kabinet ini.

"Saya hasilkan pemerintahan lima tahun, baru kita bagi ke menteri-menteri lain. Jadi jangan suruh pemilik kebunnya untuk reshuffle," ujarnya.

Dia meyakini Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok negarawan yang akan melihat sosok yang berkorban untuknya.

"Itu cara pandang negarawan. Presiden kalau negarawan, politisi, patriotik, lihat-lihat siapa yang berkorban bersama dia," katanya.

Okeh karena itu, dia meminta kepada para lembaga survei untuk tidak lagi menyampaikan kritik hingga dia menyelesaikan jabatannya dalam kabinet Prabowo-Gibran pada 2029 mendatang.

"Jadi mulai sekarang enggak usah kritik-kritik lagi. Enggak usah kasih survei nilai paling rendah, enggak usah. Tunggu sampai 2029, baru kamu boleh kritik saya, begitu ya," pungkasnya.

Diketahui, salah satu lembaga survei yaitu Celios, melakukan survei tentang rapor kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Natalius Pigai masuk dalam 10 pejabat dengan kinerja terburuk dan harus direshuffle. Pigai mendapat nilai -79 poin. Sementara pada urutan pertama ada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dengan nilai -151 poin.

Bahkan dalam kategori kinerja terburuk Mentri di Bidang Hukum dan HAM, Pigai menempati posisi pertama dengan nilai -58 poin.

Baca juga artikel terkait KABINET PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto