tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, mengklaim program makan bergizi gratis (MBG) 99,99 persen berhasil. Pasalnya, menurut dia, hanya 0,0017 persen yang mengalami penyimpangan.
Klaim Pigai ini di tengah maraknya kasus keracunan usai menyantap menu makanan MBG, program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
"Yang deviasi atau penyimpangan itu hanya 0,0017 persen. Jadi, 99,99 persen makan bergizi gratis di Indonesia yang baru seumur jagung termasuk berhasil sampai pada hari ini," kata Pigai dalam konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2025).
Menurut Pigai, kasus keracunan itu hanya sebagian kecil dari keberhasilan MBG. Ia menyebut negara lain yang memiliki program serupa juga mengalami insiden keracunan.
"Ada kasus seperti ini di Amerika, ada. Setelah 70 tahun, 70 tahun lebih pun, masih ada kendala dalam program pelaksanaan makan bergizi gratis di Amerika, di Jerman juga ada. Jerman juga terjadi peristiwa itu masih ada. Sekarang pun masih berlangsung ada. Di Brazil juga masih ada. Di Jepang, Jepang yang negara higienis, pun juga masih ada," ucap Pigai.
Pigai mengatakan akan selalu ada kendala dalam pelaksanaan makan bergizi gratis. Pigai mengatakan penyelewengan dalam program MBG terjadi akibat dua hal, yaitu aspek pengelolaan dan pengawasan.
Pigai mengungkap para siswa yang senang dengan adanya program MBG. Para siswa juga diklaim mengalami peningkatan kedisiplinan karena program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.
Ia memandang wajar kesalahan dalam aspek pengelolaan dan pengawasan MBG. Pigai juga menilai berlebihan ihwal permintaan penghentian program MBG tersebut.
"Jadi, kalau orang cerita tentang karena faktor A karena faktor B karena faktor C menurut saya itu mungkin lebih cenderung orang yang tidak ingin bangsa Indonesia maju. Orang yang tidak ingin orang Indonesia kenyang. Orang yang tidak ingin agar rakyat pintar. Rakyat sehat," tuturnya.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































