tirto.id - Aparat kepolisian memasang garis polisi di gerbang dan pintu masuk Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) ini dilakukan guna mengusut tuntas misteri kematian Sutrimo, yang ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa di halaman klinik tersebut.
Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi pada Senin (27/7/2026) pagi, tidak ada aktivitas yang tampak dari dalam gedung itu.
Gedung bercat putih itu memang tampak terbengkalai, terlihat dari banyaknya dedaunan yang berserak di area halaman depan.
Tidak hanya di gerbang depan, garis polisi juga tampak mengikat pintu masuk utama klinik tersebut.
Kesaksian Warga Sekitar TKP
Fuad (44), seorang penjaga warung di samping klinik Mordent, bercerita klinik itu memang sudah lama tidak beroperasi.
Menurut Fuad, pada Kamis (23/7/2026) lalu, ia sempat mendengar ada sedikit keributan yang diduga terjadi akibat penemuan jenazah, tepat di depan klinik Mordent.
Namun, Fuad mengaku tidak sempat keluar untuk melihat penemuan jenazah tersebut.
“Kalo tahu sih gak, cuma dengar doang. Lagi sibuk soalnya saya di sininya,” kata Fuad kepada Tirto, Senin.
Saat itu, Fuad hanya melihat ada mobil ambulans yang lalu-lalang di sekitar lokasi. Kemudian, ia baru melihat ada polisi yang hadir di lokasi pada Minggu (26/7/2026) kemarin.
“Saya baru liat polisi kemarin, ada yang nemuin nanyain [saya],” ujarnya.
Hasil Olah TKP Kepolisian
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai penemuan jenazah di klinik Mordent pada Minggu kemarin.
Namun, berdasarkan hasil olah TKP, Iskandarsyah menyebut polisi tidak menemukan jasad di dalam klinik tersebut.
“Iya, kita olah TKP. Tapi kita enggak menemukan jasad itu ya, sampai saat ini ya,” kata Iskandarsyah kepada wartawan, Minggu malam.
Iskandarsyah juga belum bisa memastikan apakah jasad yang ditemukan itu merupakan jasad seorang pria bernama Sutrimo, yang diduga merupakan Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Sebab, menurutnya polisi belum berhasil mengantongi identitas dari jenazah yang disebut sempat berada di area klinik Mordent itu.
“Korbannya pun kita belum dapat ya. Siapa korbannya, identitasnya, kan. Kalau yang valid ya. Kan kita baru dapat dari informasi dari media sosial aja,” sebutnya.
Penyelidikan Penyebab Kematian Sutrimo
Sebagai informasi, Sutrimo diinformasikan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, pada Kamis lalu. Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut ditemukan dengan kondisi mulut berbusa.
Setelah ditemukan, Sutrimo segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
"Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kombes Pol Budi Hermanto.
Setelah menerima laporan tersebut, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Polres Metro Jakarta Selatan langsung memulai penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban.
Tim penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Polisi juga mencari dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat korban ditemukan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































