tirto.id - Peringatan: Berita ini memuat informasi terkait bunuh diri. Informasi dalam berita ini tak bertujuan menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda, teman, kerabat, atau keluarga memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Layanan dari Kementerian Kesehatandapat pula dihubungi di nomor 119 ext 8 atau healing119.id.
==========
Kepolisian telah memastikan bahwa kematian WH (47), seorang direktur keuangan salah satu perusahaan swasta, tidak terkait dengan pembunuhan. Dalam kasus ini, korban ditemukan meninggal dunia di salah satu balkon kamar Hotel St. Regis pada Rabu (15/7/2026) malam.
"Tidak ada (dugaan tindak pidana kriminal terkait dengan kematian korban), niat mengakhiri hidup sendiri," ujar Kasihumas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, saat dikonfirmasi Tirto, dikutip Minggu (19/7/2026).
Joko menerangkan korban pada hari kejadian sempat berbicara dengan istrinya di rumah atas persoalan rumah tangga yang tengah dihadapi. WH meminta maaf dan merasa bersalah hingga mencium kaki istrinya.
WH dan istrinya kemudian sempat makan siang bersama di daerah Jakarta Utara. Setelah itu, dia meminta sopirnya untuk mengantarkan ke Hotel St. Regis.
"Jadi gini, itu tinggal ya itu tadi, dugaannya kan sedang ada masalah sama istri. Kemudian sementara istirahat di situ ditemani sama saksi, yaitu sopirnya. Sopirnya kan tentunya tidak menemani di kamar, ada di parkir, gitu," ungkap Adi.
Istri WH kemudian mendapat pesan WhatsApp dari suaminya yang berisi permintaan maaf. Karena pesan itu, istri korban curiga dan meminta sang sopir mengecek kondisi suaminya.
Tak lama kemudian, istri WH juga tiba di Hotel St. Regis dan meminta pihak hotel membukakan pintu kamar. Korban kemudian didapati telah dalam kondisi bersimbah darah di bagian kepala dan meninggal dunia.
Adi membenarkan adanya senpi yang ditemukan di dekat jasad korban. Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh kepolisian, senpi itu dipastikan berizin.
"Senjatanya pun juga lengkap ada suratnya kok. Iya, iya, itu ya barang bukti itu. Sementara barang bukti.," tutur Joko.
Jasad korban pun telah dilakukan proses tindak lanjut di rumah sakit dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































