Menuju konten utama

Pramono Ubah Penanganan Anak Kali Krukut Jadi Penataan Kawasan

Pramono juga memastikan tidak ada penggusuran dalam penataan Anak Kali Krukut karena warga telah tinggal di lokasi selama puluhan tahun.

Pramono Ubah Penanganan Anak Kali Krukut Jadi Penataan Kawasan
Pramono Anung di kawasan Jl. Al Habsyi No. 58, Jakarta, Senin (28/9/2026). tirto.id/Rayfahd Hayka
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan mengubah penanganan Anak Kali Krukut sepanjang 2,3 kilometer dari pengerukan biasa menjadi penataan kawasan menyeluruh. Keputusan itu diambil Pramono setelah meninjau langsung lokasi untuk ketiga kalinya, dengan janji penataan dilakukan tanpa menggusur warga.

Pramono menilai pengerukan saja tidak cukup karena sungai akan kembali dangkal, meski kali tersebut disebut hampir 60 tahun tidak pernah dikeruk.

"Saya sudah datang tiga kali, dan tadi akhirnya saya sudah memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar untuk mengeruk. Karena saya melihat kalau ini hanya dikeruk, pasti nanti akan kembali," kata Pramono di kawasan Jl. Al Habsyi No. 58, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, penataan kawasan akan mencakup pembangunan turap di kiri dan kanan sungai, penataan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang selama ini masih parsial, serta penghijauan sepanjang 2,3 kilometer.

"Kalau kawasan artinya adalah sepanjang 2,3 km tadi kita rencanakan lebih matang. Nanti kiri kanannya dibuat turap, kemudian MCK yang selama ini masih bersifat parsial di sini nanti akan ditata secara khusus, kemudian turapnya dibuat, dan sepanjang 2,3 km saya sudah minta juga dihijaukan," ujarnya.

Pramono juga memastikan tidak ada penggusuran dalam penataan ini karena warga telah tinggal di lokasi selama puluhan tahun dan sebagian menggantungkan mata pencaharian di sekitar kali.

"Karena penataan kawasan tidak kita lakukan penggusuran. Yang kita lakukan adalah menata kawasan, tetapi dirapikan seperti contoh di sebelah kanan kita ini ada MCK yang bisa dibuat lebih baik, lebih rapi, akan kita buat lebih baik dan lebih rapi," katanya.

Soal jadwal, Pramono meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Ika Agustin Ningrum, memaparkan rencana penataan pekan depan. Pekerjaan ditargetkan mulai awal tahun depan dengan durasi sekitar satu tahun. Ia juga menyatakan siap mendorong penerbitan penetapan lokasi (penlok) bila diperlukan.

"Ini nanti saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air sudah mempresentasikan rencananya. Kemudian awal tahun depan sudah harus dimulai. Mungkin perlu waktu 1 tahun. Dan kalau memang harus dikeluarkan penlok untuk melakukan penataan kawasan, saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu," ujarnya.

Pramono berharap kawasan tersebut tampil berbeda pada akhir atau pertengahan 2028. Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai karena kebiasaan tersebut dapat menyumbat aliran dengan cepat.

"Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada, dan itu akan membuat sungainya juga dengan cepat akan tersumbat kembali," katanya.

Menanggapi pertanyaan soal pengurangan anggaran alat pengerukan oleh DPRD DKI, Pramono menyebut lokasi tersebut kini memiliki tiga unit mini spider yang dikhususkan untuk menggali area sempit. Alat berat besar tidak bisa masuk sehingga material galian harus dipindahkan bertahap sebelum diangkut dump truck.

Rencana penataan ini disambut positif warga setempat. Juminah, warga yang telah mengontrak sekitar satu tahun di sekitar lokasi, mengatakan kali di lingkungannya tidak sampai menimbulkan banjir parah karena rutin dibersihkan.

"Kalau banjir sih enggak gitu parah banjirnya, tapi ya setiap kali dibersihin seminggu sekali, gitu," kata Juminah saat ditemui di sekitar lokasi, Senin (28/9/2026).

Menurut Juminah, kali yang bersih membuat warga merasa tenang dan nyaman. Ia menyebut kali tersebut tidak menimbulkan bau.

"Bisa melihat kali aja bersih gitu, sehat gitu. Warganya pun tenang gitu, nyaman," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui kebiasaan membuang sampah ke kali masih terjadi, terutama di kalangan warga yang mengontrak. Sampah tersebut, kata dia, terus dibersihkan petugas.

"Iya banyak juga. Setiap orang yang pada ngontrak semua pada buangnya ke kali. Masih ada, tapi dibersihin terus sama yang pembersih sampah itu," katanya.

Juminah mengaku sendiri membuang sampah ke tong sampah yang disediakan di kontrakannya. Ia menyatakan setuju dengan rencana penataan kawasan, meski mengaku belum mengetahui detailnya.

"Ya setuju sih, tapi saya kurang tahu kalau masalah itu mah," ujarnya.

Ia berharap pengerukan dan penataan ini membuat kawasan tetap bebas banjir dan warga lebih disiplin membuang sampah.

"Ya semoga tetap ini sih enggak banjir, tapi tetap sampah mah dibuangnya pada tempatnya," kata Juminah.

Baca juga artikel terkait NORMALISASI SUNGAI atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Andrian Pratama Taher