Menuju konten utama

PHR Tampilkan Keunggulan Operasi & Inovasi di IPA Convex 2026


Melalui partisipasi dalam IPA Convex 2026, PHR berharap dapat terus memperkuat kontribusi terhadap industri energi nasional.

PHR Tampilkan Keunggulan Operasi & Inovasi di IPA Convex 2026
PHR tampil di IPA Convex 2026 dengan membawa berbagai inovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui kolaborasi,inovasi, dan semangat keberlanjutan, PHR Regional 1 Sumatra terus mencatatkan prestasi produksi sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. FOTO/dok. Pertamina Hulu Rokan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) turut ambil bagian dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, ajang industri migas nasional yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, hingga pemangku kepentingan untuk membahas arah masa depan energi Indonesia.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, keikutsertaan PHR dalam forum tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan kontribusi perusahaan terhadap industri migas nasional, mulai dari kinerja produksi, penerapan teknologi, hingga pengembangan program keberlanjutan.

“Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” ungkap Direktur Utama PHR Regional 1 Muhamad Arifin.

Salah satu fokus yang dibawa PHR dalam ajang ini ialah pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK). Langkah tersebut dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi energi nasional, terutama di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua atau mature fields.

PHR menilai MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio bisnis masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam IPA Convex 2026, PHR juga dijadwalkan tampil dalam sesi diskusi Technical Program – Special Session bertema Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security. Pada sesi tersebut, General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko akan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua agar tetap produktif melalui kombinasi teknologi dan manajemen operasi berkelanjutan.

Paparan itu mengulas perjalanan pengelolaan reservoir di Zona Rokan, salah satu operasi darat terbesar di Indonesia yang mencakup lebih dari 115 lapangan dan sekitar 12.600 sumur.

Saat ini, produksi di wilayah tersebut mencapai sekitar 151 ribu barel minyak per hari serta 33 MMSCFD gas, dengan penerapan metode pemulihan primer, sekunder melalui waterflood, hingga tersier seperti steamflood dan CEOR.

Ke depan, pengembangan Blok Rokan akan terus diperkuat lewat survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, perluasan proyek waterflood dan steamflood, hingga penerapan teknologi digital berbasis AI dan machine learning.

Selain berpartisipasi dalam sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga mencatatkan 13 keterlibatan dalam berbagai program ilmiah dan teknis, seperti Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam berbagi pengalaman dan inovasi kepada komunitas migas nasional maupun internasional.

Pada momentum IPA Convex tahun ini, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan juga dijadwalkan menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas untuk mendukung kebutuhan operasional minyak dan gas di Wilayah Kerja Rokan.

Inovasi dan Kinerja Produksi

PHR Regional 1 Sumatra terus mencatatkan sejumlah inovasi di berbagai zona operasi.

Di Zona Rokan, perusahaan berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) metode steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Januari 2025. Implementasi tersebut disebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi migas nasional.

Melalui proyek itu, PHR berharap mampu meningkatkan cadangan sekaligus produksi minyak di Blok Rokan, sekaligus memperkuat semangat pekerja dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sementara di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized.

Proyek tersebut mulai beroperasi pada 23 Desember 2025 dengan target produksi awal 67 BOPD dan diproyeksikan mencapai puncak produksi sebesar 379 BOPD pada 2026.

Keberhasilan percepatan proyek didukung strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kendala perizinan.

Di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, juga memberikan hasil signifikan. Teknologi tersebut diterapkan pada klaster sumur Lapangan Benuang dan berhasil meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendongkrak produksi migas.

Sejak mulai berproduksi pada September 2025, produksi di area tersebut tercatat mencapai 3.388 BOPD hingga Oktober 2025, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD.

Sepanjang 2025, PHR Regional 1 Sumatra berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap total produksi nasional. Zona Rokan tetap menjadi tulang punggung produksi, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan pemanfaatan teknologi baru.

PHR juga mencatat berbagai capaian lain, seperti keberhasilan implementasi teknologi EOR berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) di Zona Rokan yang meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua.

Di Zona 1, pengembangan sistem pemantauan digital berhasil meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara Zona 4 memperoleh penghargaan keselamatan kerja tingkat nasional berkat keberhasilan program drilling, workover, dan well intervention.

Fokus Sosial dan Lingkungan

Selain menampilkan pencapaian produksi, PHR juga membawa berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan di area operasi Regional 1 Sumatra.

Di Zona 1, perusahaan mengembangkan Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Di Zona Rokan, PHR menghadirkan Brand Mandau sebagai program ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk Batik Mandau.

Adapun di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi contoh pengelolaan potensi lokal berbasis teknologi ramah lingkungan untuk limbah bambu dan batik.

PHR Zona 1 juga turut meramaikan booth SKK Migas dengan menghadirkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai Inklusi Coffee dari Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang.

Melalui partisipasi dalam IPA Convex 2026, PHR berharap dapat terus memperkuat kontribusi terhadap industri energi nasional sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasinya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis