Petugas Kebersihan Jadi Pelaku Pembunuhan Dokter di RSUD Nabire

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 30 Mar 2023 09:16 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Motif pelaku menganiaya hingga Dokter Mawartih hingga tewas karena kesal atas tindakan korban yang diduga memotong upah insentif COVID-19 pada 2020.
tirto.id - Polres Nabire berhasil mengungkap kematian yang menimpa salah satu dokter spesialis paru yang bekerja di RSUD Nabire, Mawartih Susanty.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan mengikuti segala pemeriksaan medis selama tiga pekan, polisi berhasil menemukan pelaku serta motif peristiwa. Tim medis menemukan DNA yang cocok dengan salah satu saksi yang telah diperiksa, yaitu pria berinisial KW, seorang petugas kebersihan (cleaning service) di RSUD Nabire.

“Salah satu saksi yang juga merupakan pelaku kasus tersebut yakni pria berinisial KW, seorang pelayan kebersihan (cleaning service) di tempat kerja yang sama dengan korban, pelaku telah mengakui perbuatannya,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, di Polda Papua, Rabu, 29 Maret 2023.

Pelaku diungkap berdasar hasil autopsi maupun tes usap yang dilakukan oleh tim medis, lantas dikembangkan kembali oleh Polres Nabire menggunakan pendekatan ilmiah dan mencocokkan dengan DNA yang ditemukan dari korban dan pelaku.

“Motif pelaku menganiaya [dokter] tersebut lantaran sakit hati atas tindakan korban yang diduga memotong hasil upah insentif COVID-19 milik pelaku pada tahun 2020,” terang Mathius.

Barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan yakni ponsel milik korban yang disimpan di dalam bantal yang terbungkus plastik putih dan ditaruh di gudang kecil lantai 2 Ruang Poli RSUD Nabire.

Polisi pun menemukan sebuah rok hitam bermotif bintik putih yang digunakan pelaku untuk menutup wajah ketika beraksi. Rok itu kemudian disimpan di dalam lemari kamar, di bawah tumpukan baju.

Kini penyidik kembali menggali keterangan KW, untuk mengetahui apakah ia bertindak sendiri atau ada terduga pelaku lainnya.

Mawartih ditemukan tewas di dalam rumah dinasnya pada 9 Maret.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkata Dokter Mawar adalah sosok dokter yang penuh dedikasi, cinta dan penuh tanggung jawab pada profesinya.

Kecintaannya ini dibuktikan dengan menjadi dokter spesialis paru satu-satunya di Kabupaten Nabire selama 6 tahun.

"Sesudah mendapatkan beasiswa, yang bersangkutan harus bertugas di tempat terpencil dan tertinggal. Itu menunjukkan dedikasi beliau yang luas biasa,” ujar Budi.


Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto

DarkLight