tirto.id - Sebagian negara di Timur Tengah ikut terdampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. AS dan Israel menyerang fasilitas militer dan nuklir Iran serta posisi Hizbullah di Lebanon, sedangkan Iran membalas dengan menargetkan pangkalan dan fasilitas AS serta sekutu di Teluk serta Tel Aviv.
Sejak AS dan Israel menjalankan operasi militer yang dinamai Operation Epic Fury dengan melancarkan serangan ke Iran sejak akhir Februari lalu, situasi di Timur Tengah kacau. Selain rudal dan drone yang menghiasi langit-langit, keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz juga berdampak pada ekonomi dunia.
Peta Timur Tengah & Situasi Negara Teluk saat Perang AS-Israel vs Iran

Situasi Timur Tengah saat perang AS-Israel melawan Iran menunjukkan eskalasi konflik yang luas dengan dampak yang dirasakan hampir di seluruh kawasan Teluk dan sekitarnya.
Konflik ini dimulai dengan serangan militer bersama AS-Israel di Iran, termasuk serangan udara yang menargetkan markas paramiliter Basij, situs rudal, fasilitas pertahanan, dan fasilitas nuklir di Natanz.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam gelombang serangan awal, sedangkan serangan lanjutan, seperti dilaporkan BBC, menghantam kota-kota lain seperti Kermanshah, Tabriz, dan Minab, termasuk serangan di sekolah yang menimbulkan korban sipil.
Israel juga memperluas operasi militernya ke Lebanon, menargetkan basis kelompok militan Hizbullah di Beirut bagian selatan, area dekat bandara, dan wilayah selatan Lebanon.
Balasan Iran menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di wilayah Teluk, termasuk serangan drone dan rudal ke UEA, Qatar, Saudi Arabia, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Dampak dari serangan Iran tersebut tidak bisa dianggap sederhana, mulai dari korban jiwa dan luka ringan di UEA, serangan terbatas pada fasilitas sipil di Dubai, hingga insiden “friendly fire” yang menimpa jet AS di Kuwait.
Di wilayah Teluk, serangan Iran menyebabkan gangguan terhadap fasilitas sipil dan militer, misalnya di Dubai, Abu Dhabi, Riyadh, Ras Tanura, Duqm, dan Al Udaid di Qatar.
Sistem pertahanan negara-negara Teluk berperan aktif dalam mencegat rudal, drone, dan serangan udara, sehingga sebagian besar kerusakan bersifat terbatas. Di Irak, Jordan, dan Siprus, serangan drone dan rudal juga tercatat berhasil dicegat.
Update Situasi Perang Iran vs AS-Israel
Ketegangan meningkat setelah sebuah kapal perang Iran pertama dihancurkan oleh kapal selam AS di perairan internasional dekat Sri Lanka. Kini sebuah kapal perang Iran kedua dilaporkan bergerak menuju perairan Sri Lanka dengan lebih dari 100 kru.
Pada Rabu (4/3/2026), sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo di perairan internasional dekat pantai Sri Lanka.
Kapal perang Iran, frigat IRIS Dena mengirim sinyal darurat antara pukul 06.00–07.00 waktu setempat. Kapal tersebut membawa sekitar 180 awak dan sejauh ini pihak Sri Lanka telah mengevakuasi 32 awak dan menemukan 87 jenazah.
Mengutip Al Jazeera, Hizbullah mengklaim telah menyerang pasukan Israel di wilayah Lebanon, yang diakui oleh militer Israel dengan dua tentara terluka. Hizbullah menargetkan Israel dengan rudal, roket, dan drone.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































