tirto.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih sebesar 104,27 dolar AS atau setara dengan Rp1,73 triliun (asumsi kurs Rp16.600 per dolar AS) pada kuartal III-2025.
Laba bersih itu mengalami penurunan sebesar 22,2 persen secara year on year (yoy), dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar 133,99 juta dolar AS. Penurunan ini terjadi di tengah peningkatan pada kinerja penjualan perusahaan.
Dalam laporan keuangan yang dirilis di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (27/10/2025) PGEO mencatat pendapatan bersih naik 4,06 persen menjadi 318,84 juta dolar AS, dari 306,41 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Meskipun pendapatan mengalami kenaikan, peningkatan tersebut terbebani oleh kenaikan pada Beban Pokok Pendapatan (BPP) perusahaan yang melonjak 16,83 persen, dari 120,01 juta dolar AS pada 2024 menjadi 140,21 juta dolar AS pada 2025.
Kenaikan BPP yang jauh lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan bersih ini berdampak langsung pada laba kotor PGEO, yang dilaporkan mengalami koreksi 4,17 persen, turun dari 186,40 juta dolar AS pada tahun sebelumnya, menjadi 178,63 juta dolar AS pada 2025.
Selain dari BPP, pergerakan pada pos-pos beban lain juga turut menekan laba bersih di kuartal III tahun ini.
Beban umum dan administrasi tercatat naik menjadi 50,77 juta dolar AS pada 2025, meningkat 10,7 persen dari 45,86 juta dolar AS di periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, beban keuangan yang mencakup biaya bunga atas pinjaman bank dan utang lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 23,2 persen atau 23,19 juta dolar AS.
Kombinasi dari penurunan laba kotor, kenaikan beban umum dan administrasi, serta lonjakan beban keuangan mengakibatkan laba bersih PGEO turun hingga 22,2 persen.
Perusahaan juga mencatat beban pajak penghasilan naik sebesar 10,8 persen, dari 25,69 juta dolar AS menjadi 28,47 juta dolar AS.
Sementara itu, pada sisi neraca, PGEO mencatat total aset sebesar 29,6 miliar AS, sementara total liabilitas menurun menjadi 957,38 juta dolar AS.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































