tirto.id - Cream dan salep untuk kulit bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Meski terlihat mirip dan memiliki fungsi serupa, terdapat beberapa perbedaan salep dan krim yang perlu diketahui agar kita bisa memilih produk perawatan kulit yang tepat.
Ketika berbelanja skincare atau obat kulit, kita pasti familiar dengan istilah krim dan salep. Pada dasarnya, produk obat maupun perawatan kulit topikal (dioleskan) memang hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari krim, salep, losion, hingga gel yang teksturnya sangat ringan.
Semuanya memiliki fungsi serupa, yaitu merawat, melembapkan, atau mengatasi masalah kulit tertentu. Khusus untuk salep dan krim, keduanya berbeda dari segi komposisi, tekstur, hingga daya serapnya ke kulit.
Produk ini bisa ditemukan dalam bentuk jar atau tube yang praktis. Lalu, soal merawat kulit, mana yang lebih baik di antara keduanya? Untuk tahu jawabannya, maka kita tak hanya wajib mengenal kebutuhan kulit, tapi juga memahami perbedaan salep dan krim secara menyeluruh.
5 Perbedaan Salep dan Krim, Apa Saja?

Salep dan krim adalah dua jenis produk topikal yang sering digunakan, baik untuk tujuan medis maupun kosmetik.
Meskipun keduanya tampak mirip, ada perbedaan penting dalam hal komposisi, tekstur, hingga daya serapnya pada kulit. Berikut adalah beberapa perbedaan salep dan krim dikutip dari laman Healthline:
1. Komposisi
Perbedaan utama antara salep dan krim terletak pada komposisi bahannya. Krim mengandung campuran seimbang antara minyak dan air, sementara salep memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi, yaitu sekitar 80%, sehingga lebih kental dan berminyak dibandingkan krim.2. Daya Serap ke Kulit
- Salep
Contoh bahan dalam salep termasuk mineral oil dan petroleum yang bekerja sebagai oklusif untuk mencegah kehilangan kelembapan. Namun, salep menimbulkan sensasi berminyak atau greasy ketika digunakan.
- Krim
Krim bekerja dengan cepat, tapi lapisan pelindungnya lebih tipis ketimbang salep sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari, contohnya day cream atau moisturizer untuk perawatan kulit wajah.
3. Konsistensi
- Salep
- Krim

4. Bentuk atau Tampilan Fisik
- Salep
- Krim
5. Penggunaan
- Salep
Contoh penggunaannya antara lain perawatan eksim, dermatitis kontak, luka ringan, dan beberapa kondisi mata seperti konjungtivitis. Salep menjaga obat tetap menempel lebih lama dan meningkatkan efektivitasnya untuk mengatasi masalah kulit yang ada.
- Krim
Krim sering digunakan sebagai pelembap sehari-hari, obat gatal, anestesi topikal sebelum prosedur medis, hingga perawatan kulit di area genital, termasuk pengobatan infeksi jamur.
Krim untuk penggunaan harian seperti moisturizer biasa dikemas dalam wadah jar maupun tube, tapi krim pengobatan (seperti hidrokortison untuk gigitan serangga dan gatal-gatal) sering dijumpai dalam kemasan tube yang praktis.
Salep dan Cream, Mana yang Lebih Ampuh?

Setelah mengetahui perbedaan salep dan krim, pertanyaan selanjutnya adalah mana yang lebih ampuh di antara keduanya. Menentukan mana yang lebih baik sebenarnya tergantung pada kebutuhan kulit.
Salep bekerja sangat baik untuk kulit yang sangat kering karena formulanya yang tebal dan berbasis minyak dapat menahan kelembapan lebih lama. Salep juga efektif mencegah infeksi pada luka ringan atau terbakar.
Di sisi lain, krim efektif untuk merawat dan melembapkan kulit. Namun, krim lebih cocok digunakan oleh kulit sensitif atau kulit kering yang tingkat kekeringannya tidak terlalu parah, serta dapat diaplikasikan untuk area kulit yang lebih luas.
Sementara itu, ada sebuah studi yang menilai bahwa salep lebih ampuh dibandingkan krim dalam tujuan pengobatan masalah kulit. Studi tersebut bertajuk Ointment is Evenly Spread on the Skin, in Contrast to Creams and Solutions.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep terbukti menyebar secara merata di seluruh area yang diobati, memberikan dosis formulasi yang konsisten dari bagian tengah hingga ke pinggiran area kulit.
Sementara itu, krim cenderung tidak merata dengan dosis formulasi yang lebih rendah di bagian tepi area aplikasi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kandungan air yang cepat menguap. Salep sendiri yang tidak cepat menguap sehingga tetap merata di seluruh area.
Penggunaan Tergantung Tujuan

Untuk tujuan medis atau hendak mengatasi masalah kulit tertentu (seperti kulit yang sangat kering, eksim, atau tumit pecah-pecah), formula dalam bentuk salep lebih disarankan ketimbang krim karena memberikan perawatan maksimal.
Namun, menurut situs Very Well Health, krim dinilai lebih cocok untuk pengobatan di area lipatan kulit seperti area selangkangan atau ketiak. Oleh karena itu, krim juga dapat digunakan untuk mengobati masalah kulit seperti infeksi jamur di daerah genital.
Sementara untuk tujuan kosmetik, krim yang bertekstur ringan dan mudah diserap lebih ideal untuk penggunaan harian, seperti moisturizer yang bertujuan menjaga hidrasi kulit atau mengatasi kulit kering yang tidak terlalu parah.
Itulah beberapa perbedaan salep dan krim sebagai panduan memilih produk perawatan kulit yang tepat. Setiap produk memiliki karakteristik masing-masing sehingga pilihan di antara keduanya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, area yang dirawat, dan kenyamanan saat digunakan.
Butuh rekomendasi salep, krim, atau produk perawatan kulit lainnya? Temukan berbagai produk pilihan hingga tips kecantikan di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




































