tirto.id - Update Perang Iran-Amerika Serikat (AS) per Rabu (1/4/2026), AS dilaporkan kembali mengirim kapal induk ke perairan Timur Tengah. Dengan begitu, ada tiga kapal induk yang akan ditempatkan di kawasan tersebut.
Menukil kantor berita Xinhua, seorang pejabat AS baru saja memberikan keterangan untuk The Wall Street Journal bahwa kapal induk ketiga yang dikerahkan AS ke Timur Tengah tersebut adalah USS George H.W. Bush dan kapal-kapal pengiringnya. USS George H.W. Bush merupakan kapal induk kelas Nimitz bertenaga nuklir.
Pada Selasa (31/3/2026), siaran pers Angkatan Laut AS menyebut bahwa USS George H.W. Bush telah berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di negara bagian Virginia. Angkatan Laut AS tak merinci detail pelayaran kapal induk tersebut dan hanya menulis "pengerahan terjadwal" dalam keterangannya.
Namun, seturut Anadolu, siaran pers Angkatan Laut AS itu tampak bertentangan dengan sumber ABC News yang melaporkan pada Sabtu (28/3/2026) bahwa USS George H.W. Bush telah bertolak dari Virginia pada pekan sebelumnya.
Laporan Wall Street Journal menyebut bahwa USS George H.W. Bush membutuhkan waktu beberapa pekan untuk dapat mencapai perairan di Timur Tengah. Kapal induk ini juga diharapkan akan bergabung dengan dua kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
USS Abraham Lincoln kini dilaporkan tengah beroperasi di Laut Arab. Sementara USS Gerald R. Ford berada di pelabuhan Kroasia untuk proses perbaikan setelah sebelumnya mengalami kebakaran pada fasilitas laundry kapal.
Jika ditilik dari spesifikasinya, USS George H.W. Bush dapat menggantikan USS Gerald R. Ford. Bush merupakan salah satu kapal induk besar milik AS.
Membentang sepanjang 333 meter dan memiliki bobor 100.000 ton, USS George H.W. Bush digerakkan oleh dua reaktor nuklir dan dilaporkan dapat beroperasi selama lebih dari 20 tahun tanpa mengisi bahan bakar.
Pengerahan kapal induk ketiga ini terjadi saat Washington sedang mempertimbangkan opsi militer di Iran, termasuk opsi pertempuran darat. Sebelumnya, AS telah mengerahkan unit ekspedisi marinir dengan kapal perang amfibi ke kawasan Teluk.
Trump Sebut Perang Iran Selesai dalam 2-3 Pekan
Saat kapal induk ketiga AS berlayar ke perairan Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Perang Iran akan selesai dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
"Saya bisa katakan [berakhir] dalam dua minggu, mungkin, dua minggu, mungkin tiga," katanya pada Selasa, dikutip dari USA Today.
Dalam pernyataannya itu, batas waktu itu tampak diisyaratkan Trump sebagai batas waktu pelaksanaan operasi militer. Trump mengisyaratkan militer AS akan pergi dari Iran apa pun hasilnya.
"Saya pikir, dalam dua atau tiga minggu, kami akan pergi. Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan ini," katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang terpisah, Trump juga memberikan sinyal bahwa AS mungkin akan menghentikan upayanya membuka kembali Selat Hormuz. Pada Selasa, Trump membuat keterangan di media sosial bahwa negara-negara sekutu AS kini perlu "mulai belajar bagaimana berperang untuk diri sendiri" dan "AS tidak akan ada lagi untuk membantu Anda".
Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan The Wall Street Journal pada Senin (30/3), yang menyebut bahwa Trump telah mengatakan pada para pembantunya bahwa ia bersedia mengakhiri perang dengan Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup.
Dalam laporan tersebut, Trump kini menilai bahwa misi membuka selat penting bagi distribusi minyak dunia itu akan membuat durasi perang lebih panjang dari yang diperkirakan.
Belakangan, situasi di Selat Hormuz telah berdampak secara langsung di AS. Warga negara AS kini merasakan kenaikan harga BBM, rata-rata terjadi kenaikan di atas USD4 per galon untuk produk bensin di sana.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































