Menuju konten utama

Kondisi Terkini Perang Iran: AS Hantam Isfahan Pakai Bom 907 Kg

Amerika Serikat menyerang situs nuklir Iran di Isfahan. Sementara itu, serangan Iran ditujukan untuk menghancurkan kapal tanker Kuwait di perairan Dubai.

Kondisi Terkini Perang Iran: AS Hantam Isfahan Pakai Bom 907 Kg
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026. Iran mengatakan pada 28 Februari bahwa mereka akan "merespons dengan tegas" setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke negara itu meskipun pembicaraan sedang berlangsung mengenai program nuklir Teheran.

tirto.id - Perang Iran-Amerika Serikat (AS) telah berlangsung lebih dari satu bulan sejak 28 Februari 2026. Saling serang masih terus berlangsung. AS dilaporkan menyerang Isfahan dengan bom seberat 907 kg, sementara Iran melumat kapal tanker Kuwait berkapasitas dua juta barel.

Meskipun Presiden AS Donald Trump terus berujar tentang peluang penghentian perang melalui dialog diplomatik, namun ia mengunggah sebuah video berisi rangkaian serangan AS-Israel di Isfahan, Iran.

Melansir NDTV, rekaman video penyerangan itu diambil dari serangan di Kota Isfahan pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Kebakaran besar yang menerangi langit malam dilaporkan terjadi pasca serangan itu.

Trump tak memberikan konteks pada video tersebut, namun video itu diduga menampilkan serangan AS-Israel pada apa yang diduga jadi depot amunisi besar di Kota Isfahan. Isfahan merupakan kota dengan populasi 2,3 juta jiwa dan jadi lokasi markas pangkalan udara militer Badr milik Iran.

Seturut AP, ledakan akibat serangan AS itu terjadi di dekat Gunung Soffeh jika didasarkan pada citra satelit pelacak api NASA. Iran belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan ini.

Meskipun Gedung Putih belum memberikan keterangan resmi terkait serangan itu, namun seorang pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal menyebut serangan pada Selasa tersebut melibatkan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon atau sekitar 907 kilogram.

Sebelumnya, Iran diduga telah memindahkan persediaan uranium yang telah diperkaya ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Jumlah uranium itu diperkirakan mencapai 540 kg.

Bom penghancur bunker merupakan proyektil yang dirancang untuk tidak langsung meledak begitu membentur permukaan. Bom ini memiliki mekanisme ledakan tersendiri yang membuatnya mampu meledak setelah berada di kedalaman tanah.

Bom tersebut memiliki kemampuan untuk "menggali" tanah terlebih dahulu sebelum meledak. Beberapa model bahkan dilengkapi mikrofon dan akan meledak hanya ketika mendengar suara tertentu.

Iran Lumat Kapal Tanker Kuwait di Perairan Dubai

Sementara AS-Israel melancarkan serangan terbaru pada Selasa, Iran juga melumat kapal tanker Kuwait di perairan Dubai pada hari yang sama dengan serangan drone. Otoritas Dubai menyebut tak ada korban terdampak dalam serangan tersebut.

Kantor berita Kuwait, KUNA, melaporkan bahwa kapal tanker yang diserang tersebut adalah Al Salmi, kapal tanker besar pembawa minyak dengan kapasitas 2 juta barel. Al Salmi dilaporkan diserang ketika tengah membawa muatan minyak.

Kuwait Petroleum Corporation sempat memperingatkan potensi tumpahan minyak di laut imbas serangan tersebut. Namun, sejauh ini belum ada laporan terjadinya tumpahan minyak.

Menurut otoritas maritim Inggris (UKMTO), kapal tanker tersebut dihantam drone Iran di sekitar 31 mil laut ke barat laut Dubai. Serangan ini dilaporkan sempat membuat kapal mengalami kebakaran, namun berhasil dipadamkan oleh otoritas Dubai.

Serangan ke kapal Kuwait ini meningkatkan kekhawatiran atas apa yang terjadi di Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak bumi dunia. Harga spot minyak mentah Brent masih berkisar di atas USD100 per barel pada awal perdagangan hari Selasa.

Tekanan Iran di Selat Hormuz sejauh ini telah menyebabkan ketidakstabilan harga minyak dunia. Harga spot minyak mentah Brent yang jadi standar internasional telah naik lebih dari 45 persen sejak pecah perang akibat serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar