Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Menyusutnya Stok Minyak AS

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS per barel setelah stok minyak mentah AS menyusut dan OPEC+ berpotensi menahan kenaikan produksi.

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Menyusutnya Stok Minyak AS
kapal-kapal yang berlayar di dekat Selat Hormuz, di lepas pantai timur Uni Emirat Arab tepatnya di Khor Fakkan, pada 13 Juli 2026. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada 13 Juli bahwa Amerika Serikat akan "mengambil alih" Selat Hormuz dan akan dibayar untuk melindunginya, di tengah kembali memanasnya perselisihan antara Washington dan Teheran terkait jalur perairan vital tersebut. Foto/AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak dunia naik lebih dari 2 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada awal perdagangan Rabu (29/7/2026), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) menyusut.

Kenaikan ini sekaligus memulihkan sebagian kerugian yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya akibat meredanya konflik antara Washington dan Teheran.

Mengutip Reuters Rabu (29/7/2026), harga minyak mentah Brent naik 2,71 dolar AS atau 3,2 persen, menjadi 86,80 dolar AS per barel pada pukul 00.02 waktu setempat. Sedangkan, harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,26 dolar AS atau 3,4 persen, menjadi 81,95 dolar AS per barel.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun sekitar 3,3 juta barel pada akhir pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan sumber pasar pada Selasa (18/7/2026) dengan mengutip data dari American Petroleum Institute (API).

Di sisi lain, persediaan bensin meningkat sebesar 918.000 barel, sedangkan persediaan minyak sulingan (distillate) naik 355.000 barel dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, data resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan dirilis pada Rabu (waktu setempat).

Selain pasokan minyak AS, kenaikan harga minyak pada pagi hari ini juga didorong oleh potensi perubahan kebijakan produksi negara-negara OPEC+.

Sejumlah sumber menyebut, kelompok produsen minyak tersebut kemungkinan akan menghentikan peningkatan produksi minyak selama tiga bulan mulai Oktober 2026, setelah menyelesaikan pengembalian pasokan minyak yang sebelumnya dipangkas secara sukarela sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Harga minyak dunia juga masih bergerak fluktuatif seiring dampak perang antara AS-Israel dan Iran yang mengganggu arus perdagangan minyak mentah global, terutama akibat penutupan efektif Selat Hormuz. Bahkan, pada perdagangan Selasa, harga minyak anjlok sekitar 5 persen ke level terendah dalam dua pekan.

Penurunan tersebut dipicu oleh harapan bahwa upaya untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran akan kembali dilanjutkan secara serius setelah tercapainya jeda pertempuran.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra