Menuju konten utama

AS Siapkan Operasi Darat di Perang Iran, Apa yang Akan Direbut?

Amerika Serikat merencanakan untuk melakukan operasi darat dalam perang Iran. Invasi ini memiliki kemungkinan untuk tujuan merebut objek strategis.

AS Siapkan Operasi Darat di Perang Iran, Apa yang Akan Direbut?
Cuplikan gambar ini, yang diambil dari siaran televisi pemerintah Iran pada 28 Februari 2026, menunjukkan lokasi yang diklaim sebagai tempat serangan mematikan AS dan Israel yang menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan di selatan Iran. (Photo by IRIB TV / AFP)

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan operasi darat di Iran dengan ribuan pasukan. Apa yang hendak direbut AS dalam invasi ini?

Kabar penyiapan operasi darat AS di Iran itu pertama dikabarkan Washington Post pada Sabtu (28/3/2026). Operasi ini disebut melibatkan ribuan pasukan dengan lama operasi mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Seturut Times of Israel, Pentagon menyatakan bahwa persiapan para prajurit Angkatan Darat AS itu dilakukan sebagai "opsi maksimal", dan "tidak berarti Presiden telah membuat kesempatan".

Operasi ini dilaporkan dapat melibatkan campuran antara pasukan khusus dan infanteri konvensional untuk melakukan misi perebutan.

Para tentara itu disebut akan diterjunkan ke wilayah pesisir dekat Selat Hormuz dan merebut pulau-pulau yang dikuasai oleh Iran. Setelah direbut, para tentara ini akan berusaha mempertahankannya untuk jangka waktu yang lama.

Sebelum AS mulai menyiapkan ribuan prajurit daratnya, Washington lebih dulu dilaporkan berniat merebut Pulau Kharg di ujung utara Teluk Persia. Perebutan pulau ini kemungkinan akan dimanfaatkan untuk jadi alat tawar menawar membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, seturut The Guardian, operasi darat ini juga bisa jadi dilakukan dengan tujuan penyitaan uranium yang telah diperkaya atau merebut fasilitas minyak milik Iran.

Sementara itu, sekitar 3.500 tentara dan marinir AS dilaporkan telah tiba di Asia Barat pada Minggu (29/3). Para tentara dan marinir tersebut merupakan bagian dari unit pasukan yang dipimpin oleh kapal perang USS Tripoli.

Tibanya pasukan tambahan itu terjadi setelah Pentagon meminta tambahan USD200 miliar untuk Perang Iran. Pentagon merupakan lembaga AS dengan anggaran tahunan mencapai USD1 triliun. Permintaan ini tengah menunggu izin kongres.

Iran Siap "Menyambut" Operasi Darat AS

Saat AS dilaporkan tengah bersiap untuk melakukan operasi darat, Iran menyatakan siap melawan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu menyebut bahwa Teheran siap "membakar" pasukan AS yang melakukan invasi.

"Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi dan dialog sementara secara diam-diam merencanakan serangan darat," kata Ghalibaf yang dikutip kantor berita IRNA.

Dalam keterangannya untuk media resmi Iran itu, Ghalibaf juga menyatakan bahwa Teheran siap "menyambut" serangan darat.

"Pasukan kami menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat di Lapangan untuk membakar mereka dan menghukum mitra regional mereka selamanya," tuturnya.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), baru saja membuat pernyataan pada Minggu berisi ancaman akan menargetkan universitas AS di Timur Tengah. Hal ini mereka sebut sebagai balasan atas serangan yang telah menargetkan universitas Iran.

"Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini terbebas dari pembalasan ... mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran," isi pernyataan IRGC.

Ancaman itu terjadi setelah gelombang serangan udara pada Jumat (27/3/2026) dan Sabtu (28/3/2026) menghantam Teheran. Sejumlah bangunan dilaporkan rusak, termasuk universitas sains dan teknologi di timur laut ibu kota Iran itu.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar