tirto.id - Perusahaan jasa pengiriman barang atau jasa ekspedisi mengalami lonjakan pesanan saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember lalu.
Presiden Direktur Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi mengatakan, perusahaanya mengalami kenaikan order hingga 1 juta pengiriman per hari.
Order pengiriman barang, kata dia, meningkat 20-30 persen ketimbang hari-hari biasanya. "Ini lah hubungannya, ketika jumlah transaksi itu meningkat tentu jumlah kiriman itu pun meningkat," kata Nugraha saat dihubungi Tirto pada Senin (16/12/2019).
Barang yang dikirim saat Harbolnas empat hari lalu, lanjutnya, terdiri atas produk fesyen dan alat-alat rumah tangga. "Tentu [pengiriman ke] Jawa masih mendominasi," ujarnya.
Hal senada disampaikan Iwan Senjaya selaku Key Account Manager J&T Express.
Dia menyebut, dalam tiga hari sejak 12 Desember 2019, perusahaannya telah mencatat 10 juta pengiriman.
Barang yang diantar perusahanya didominasi aksesoris ponsel dan produk fesyen dan kebanyakan dikirim ke area-area di Jabodetabek.
Dibalik pesta HARBOLNAS 12.12
— A B A N G • G R A B (@PenjahatGunung) December 15, 2019
Ada kang packing dan kang sortir yang menderita
😂😂😂😂 pic.twitter.com/JZ09BRZqlw
Pesta belanja dengan diskon terbesar ini didukung sejumlah mitra seperti pelaku industri telekomunikasi, perbankan, logisitik hingga media.
Harbolnas 2019 yang kini dikawal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berkembang signifikan terbukti dengan jumlah pesertanya yang mencapai lebih dari 250 platform belanja online.
"Khusus di Harbolnas tahun ini, kami mendedikasikan 1 hari spesial yaitu 11 Desember 2019 untuk menyediakan promo khusus produk lokal dan UMKMl mulai dari fashion, makanan, elektronik, perlengkapan rumah tangga, hingga travelling keliling Indonesia," demikian sebagaimana dikutip dari situs web Harbolnas.
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Hendra Friana